Pentagon Adopsi ChatGPT Mil dan Grok untuk Perkuat Efisiensi Militer AS

Departemen Pertahanan Amerika Serikat secara resmi menghadirkan layanan kecerdasan buatan khusus untuk para personel militer di lingkungannya.
Layanan mutakhir ini mencakup ChatGPT Mil dari OpenAI serta platform Grok for Government buatan xAI. Seluruh akses terhadap teknologi tersebut dipusatkan melalui portal khusus bernama GenAI.mil.
Platform GenAI.mil sendiri telah diluncurkan sejak awal tahun 2025. Inisiatif ini dirancang agar instansi yang bermarkas di Gedung Pentagon tersebut dapat mengadopsi teknologi AI generatif komersial dengan standar keamanan yang sangat ketat.
Penggunaan sistem terpusat ini bertujuan mencegah personel memproses data sensitif pemerintah melalui aplikasi AI publik yang tidak teregulasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mengakselerasi efisiensi kerja tanpa mengorbankan keamanan data internal.
Hingga saat ini, portal GenAI.mil tercatat telah diakses oleh lebih dari 1,7 juta pengguna unik. Angka ini mencakup lebih dari separuh total personel di lingkungan Departemen Pertahanan AS yang berjumlah sekitar 3 juta orang.
Pengembangan ChatGPT Mil dilakukan melalui program khusus bernama OpenAI for Government. Fasilitas yang ditawarkan mencakup berbagai fitur standar seperti percakapan interaktif, pengelolaan berkas, hingga proyek yang dapat dipersonalisasi.
Layanan ChatGPT Mil difokuskan untuk menangani pekerjaan administratif harian yang bersifat non-rahasia. Tugas-tugas ini meliputi pengelolaan dokumen, urusan logistik, perencanaan operasional, hingga penyusunan kebijakan instansi.
Di sisi lain, Grok for Government dialokasikan untuk menyokong kebutuhan operasional yang lebih spesifik. Sistem ini bertugas menangani riset pasar untuk kebutuhan pengadaan barang serta manajemen rantai pasokan logistik yang kompleks.
Pengintegrasian model kecerdasan buatan ini ditujukan agar personel dapat meningkatkan kecepatan kerja serta memperkuat kolaborasi antardivisi. Penggunaan teknologi ini tetap menjamin privasi tinggi bagi para penggunanya di lapangan.
Penerapan teknologi kecerdasan buatan di ranah pertahanan AS mengacu pada regulasi khusus yang diterbitkan pada Juni 2026. Aturan tersebut mendorong pemanfaatan AI mutakhir demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
Regulasi tersebut mewajibkan setiap model AI memiliki keandalan tinggi dan mudah dikendalikan. Setiap sistem juga harus lolos pengujian ketat terkait kerahasiaan data serta integrasi dengan teknologi lain.
Pemerintah AS turut memberlakukan pengawasan intensif terhadap model AI berkemampuan tinggi. Hal ini terutama berlaku bagi model yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam sektor keamanan siber nasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












