iPhone 18: Apple Optimistis Penjualan Model Dasar Bakal Moncer

Apple tampaknya menaruh harapan besar pada model dasar iPhone 18, meskipun peluncurannya ditunda hingga awal tahun depan. Data awal dari rantai pasok mengindikasikan perusahaan teknologi raksasa ini memprediksi permintaan yang kuat untuk perangkat tersebut.
Tahun ini, Apple membuat kejutan dengan meluncurkan lini iPhone terbarunya, yakni iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, tanpa menyertakan model dasar iPhone 18. Keputusan ini diduga kuat terkait dengan ketersediaan memori dan kapasitas produksi yang difokuskan untuk model Pro serta perangkat lainnya, iPhone Duo.
Ada beberapa alasan yang mendasari strategi Apple ini. Pertama, kendala pasokan memori global kemungkinan menjadi pertimbangan utama. Apple ingin memastikan ketersediaan chip memori yang cukup untuk dua model iPhone 18 Pro, yang memiliki spesifikasi lebih tinggi, dan juga untuk iPhone Duo yang baru. Menunda peluncuran model dasar akan memberikan ruang bagi produksi komponen-komponen krusial ini.
Kedua, iPhone Duo digadang-gadang sebagai perangkat yang lebih kompleks dalam hal desain dan teknologi. Permintaan produksi untuk model ini pun diprediksi lebih besar, meskipun dengan banderol harga premium yang mungkin membatasi jumlah pembeli. Dengan tidak merilis iPhone 18 standar secara bersamaan, Apple memberikan kelonggaran bagi mitra manufakturnya untuk fokus pada produksi model Pro dan Duo tanpa terbebani.
Proses produksi Apple untuk iPhone biasanya dimulai jauh sebelum perangkat diluncurkan ke publik. Tujuannya adalah untuk membangun stok awal yang memadai guna memenuhi lonjakan permintaan saat peluncuran. Produksi iPhone 18 model dasar sendiri diperkirakan baru akan dimulai pada akhir November.
Namun, pandangan optimis ini datang dari salah satu pembocor informasi teknologi ternama, Fixed Focus Digital (FFD). Menurutnya, tingkat inventaris yang dilaporkan dalam rantai pasok Apple menunjukkan kesiapan untuk menimbun perangkat dalam jumlah signifikan. Pernyataan ini kemungkinan merujuk pada pesanan komponen yang ditempatkan oleh Apple kepada para pemasoknya.
Meskipun demikian, perlu digarisbawahi bahwa tingkat pesanan komponen dari rantai pasok belum tentu menjadi indikator pasti volume produksi akhir. Apple dikenal memiliki strategi untuk memiliki beberapa pemasok untuk setiap komponen kunci. Hal ini dilakukan demi mendapatkan harga terbaik melalui negosiasi dan sebagai langkah mitigasi risiko jika terjadi masalah produksi pada salah satu manufaktur.
Ada kemungkinan FFD hanya memiliki visibilitas pada salah satu pemasok yang kebetulan menjadi prioritas Apple saat ini menjelang produksi.
Oleh karena itu, laporan ini sebaiknya disikapi dengan kehati-hatian. Meski demikian, rekam jejak FFD yang cukup baik membuat indikasi ini menjadi menarik. Ini bisa menjadi sinyal awal bahwa Apple memang mengantisipasi sambutan positif dan permintaan yang tinggi untuk iPhone 18 model dasar di pasar.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor









