Spotify Perluas Layanan Buku Audio ke 180 Negara Termasuk Indonesia

Spotify secara resmi mengumumkan ekspansi besar layanan buku audio ke lebih dari 180 pasar di seluruh dunia. Langkah strategis ini memberikan akses bagi pengguna untuk menikmati lebih dari 350.000 judul buku yang tersedia dalam 120 bahasa berbeda.
Perusahaan audio streaming asal Swedia ini menargetkan jangkauan kepada lebih dari 750 juta pengguna secara global. Proses peluncuran ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Sebelumnya, layanan buku audio hanya terbatas pada 22 negara saja. Setelah empat tahun beroperasi di Amerika Serikat, Spotify kini melihat potensi besar untuk membawa konten literasi ini ke pasar internasional, termasuk wilayah Afrika, Asia, serta sebagian besar Eropa dan Amerika Latin.
Skema akses yang ditawarkan cukup beragam menyesuaikan kondisi setiap wilayah. Pengguna paket Premium di beberapa negara seperti Brasil, Meksiko, Kolombia, dan Spanyol akan menerima kuota mendengarkan buku audio sebanyak 12 jam per bulan sebagai bagian dari paket berlangganan mereka.
Untuk wilayah yang belum mendapatkan kuota gratis, Spotify mengandalkan layanan Audiobooks+. Ini merupakan fitur tambahan berbayar yang memungkinkan pengguna mendapatkan durasi mendengarkan lebih banyak setiap bulannya.
Layanan Audiobooks+ sendiri telah menunjukkan performa bisnis yang menjanjikan dengan lebih dari 1 juta pelanggan sejak peluncurannya tahun lalu. Fitur ini tercatat mampu menghasilkan pendapatan berulang tahunan atau Annual Recurring Revenue (ARR) melebihi USD 100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Pengguna di pasar baru juga tetap memiliki opsi untuk membeli buku audio secara satuan tanpa harus berlangganan paket penuh. Harga dan ketersediaan judul buku akan disesuaikan dengan kebijakan pasar lokal masing-masing negara agar tetap kompetitif.
Pembaruan teknologi juga menyertai ekspansi ini melalui fitur Page Match. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan transisi antara membaca buku fisik dan mendengarkan versi audionya dengan mudah.
Pengguna hanya perlu memindai kode batang ISBN pada buku fisik dan memasukkan nomor halaman yang sedang dibaca. Sistem kemudian akan otomatis mengarahkan audio ke posisi yang sesuai, dan fitur ini kini mendukung lebih dari 30 bahasa global.
Perusahaan mencatat lonjakan minat yang cukup signifikan terhadap konten literasi digital. Selama satu tahun terakhir, jumlah pendengar bulanan buku audio meningkat hampir 40 persen, sementara total durasi mendengarkan melonjak lebih dari 30 persen.
Perlu diketahui bahwa ISBN atau International Standard Book Number merupakan deretan angka unik yang berfungsi sebagai identitas standar internasional untuk setiap buku yang diterbitkan. Sistem pengenal ini memudahkan pelacakan buku di toko maupun perpustakaan di seluruh dunia.
Langkah ini menempatkan Spotify dalam posisi lebih kuat untuk bersaing di industri buku digital. Diversifikasi konten dari sekadar musik dan podcast menjadi buku audio menunjukkan upaya perusahaan dalam mendominasi ekosistem hiburan berbasis audio secara menyeluruh.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869222/original/008133000_1782930974-ko7.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)

