StrictlyVC Kembali ke New York: Soroti AI, Atlet, dan Modal Ventura Berani

StrictlyVC, seri acara eksklusif dari media teknologi terkemuka TechCrunch, akan kembali menyapa New York pada Kamis malam, 10 September.
Acara yang mempertemukan para inovator dan investor modal ventura papan atas ini akan berlangsung di West Village, sebuah kawasan ikonik di New York yang dikenal dengan arsitektur bersejarah dan jalan berbatu.
Perhelatan kali ini menandai kembalinya StrictlyVC ke New York setelah dua tahun absen, mengikuti serangkaian acara sukses di San Francisco, Los Angeles, dan Athena.
Baca Juga:
- Nvidia Lampaui Ekspektasi Pendapatan, Saham Melonjak di Tengah Booming AI
- SEC Hidupkan Kembali Aturan Kustodi Aset Kripto AS, Picu Kekhawatiran Industri
- Eksodus Eksekutif Kunci Guncang OpenAI Jelang IPO Tertunda
Penggemar teknologi dan investor dapat menantikan jajaran pembicara yang sangat dinantikan, yang akan mengupas tuntas dinamika terkini dalam dunia startup, kecerdasan buatan (AI), dan lanskap investasi modal ventura yang terus berkembang.
Salah satu pembicara utama adalah Keith Rabois, investor modal ventura terkemuka yang baru saja pindah dari Silicon Valley ke East Coast Amerika Serikat.
Rabois dikenal karena pandangan-pandangannya yang blak-blakan mengenai apa yang berhasil dan tidak berhasil dalam dunia investasi, termasuk investasinya yang berulang kali di startup seperti Ramp dan State Affairs, sebuah perusahaan yang memanfaatkan AI dan jurnalis lokal untuk melacak berita dan data kebijakan di seluruh negara bagian.
Ia akan membagikan perspektif tajamnya tentang para pendiri startup yang cenderung mengumpulkan lebih banyak modal daripada yang mereka butuhkan, hanya karena mereka mampu melakukannya.
Diskusi juga akan menyentuh investasi berani Khosla Ventures di OpenAI pada tahun 2019, yang kala itu menyuntikkan USD 50 juta (sekitar Rp814 miliar) meskipun perusahaan tersebut belum memiliki model bisnis yang jelas.
Rabois juga akan mengomentari narasi yang menyebutkan OpenAI kini menghadapi tantangan lebih besar dibandingkan para pesaingnya.
Sesi selanjutnya akan menghadirkan Craig Shapiro, yang perusahaan venturanya, Collaborative Fund, turut menjadi tuan rumah acara, bersama Jason Levien, CEO D.C. United, klub sepak bola profesional Amerika.
Mereka akan membahas investasi dalam organisasi olahraga sebagai entitas bisnis, serta persimpangan kompleks antara olahraga, basis penggemar, komersial, dan komunitas yang semakin erat.
Tidak hanya itu, tema komunitas akan berlanjut dengan diskusi bersama dua pendiri yang membangun bisnis untuk dunia di mana AI mengambil peran lebih besar, namun juga mungkin menghilangkan sebagian aspeknya.
Tristan Walker, yang sebelumnya sukses menjual perusahaannya, Walker & Company Brands (produsen Bevel), kepada Procter & Gamble pada 2018, kini hadir dengan Heirloom Craft.
Startup barunya ini berfokus pada upaya mengembalikan industri kerajinan tangan halus Amerika ke dalam negeri, melatih generasi baru pengrajin, dan membangun kembali rantai pasok di baliknya.
Walker akan bergabung dengan Brynn Putnam, yang menjual perusahaan rintisan kebugaran terhubungnya, Mirror, kepada Lululemon seharga USD 500 juta (sekitar Rp8,1 triliun) hanya tiga tahun setelah didirikan.
Usaha terbaru Putnam adalah Board, sebuah perusahaan game yang memadukan permainan fisik dengan alat kreasi bertenaga AI.
Board dirancang sebagai penawar terhadap isolasi yang dipicu oleh teknologi, dengan tujuan untuk mempertemukan kembali orang-orang melalui permainan papan.
Sesi penutup akan menghadirkan Deven Parekh, salah satu pimpinan Insight Partners, sebuah firma investasi raksasa yang berbasis di New York, yang telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun.
Insight Partners jarang tampil di media, namun Parekh bersedia berbagi pandangannya tentang bagaimana firma tersebut menghadapi lanskap investasi yang semakin sulit membedakan kelas aset, seiring dengan pertumbuhan dana-dana terbesar secara eksponensial.
Diskusi akan menggali strategi Insight Partners untuk bersaing di dunia di mana modal menjadi komoditas, namun potensi pengembalian investasi besar juga belum pernah sebesar ini.
Peserta dapat menantikan malam yang menyenangkan, lengkap dengan minuman dan hidangan pembuka, serta banyak kesempatan untuk berjejaring sebelum dan sesudah sesi diskusi, termasuk dengan penulis TechCrunch seperti Connie Loizos dan Rebecca Bellan.
Terima kasih besar disampaikan kepada tim di Collaborative Fund atas dukungan mereka dalam menyukseskan acara ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor










