Terobosan Energi Fusi: CFS dan Helion Dekati Jaringan Listrik Komersial

Visi energi fusi sebagai sumber listrik tak terbatas telah lama menjadi impian, namun kini dua perusahaan terdepan, Commonwealth Fusion Systems (CFS) dan Helion, bergerak melampaui batas penelitian untuk mewujudkan tenaga listrik dari fusi nuklir masuk ke jaringan listrik komersial. Perkembangan pesat ini akan dibahas lebih lanjut oleh para pemimpin mereka dalam sebuah sesi penting di TechCrunch Disrupt 2026, yang menyoroti kemajuan teknologi krusial dan tantangan komersialisasi.
Commonwealth Fusion Systems (CFS) sedang giat membangun SPARC, sebuah mesin demonstrasi fusi yang dirancang sebagai jembatan menuju pembangkit listrik komersial pertama mereka, ARC. Di sisi lain, Helion tengah mengembangkan Orion, pembangkit listrik fusi berkapasitas 50 megawatt, yang direncanakan akan memasok listrik ke Microsoft mulai tahun 2028.
Brandon Sorbom, salah satu pendiri sekaligus Chief Science Officer CFS, bersama David Kirtley, pendiri dan CEO Helion, akan berbagi panggung di Smart Systems Stage. Mereka akan membahas terobosan-terobosan fundamental yang mendorong kemajuan energi fusi, hambatan yang masih harus diatasi, serta strategi untuk menghadirkan daya fusi ke jaringan listrik dalam skala besar.
Sejak didirikan pada tahun 2018, CFS yang digagas Brandon Sorbom memiliki misi jelas: mengomersialkan energi fusi untuk membantu mengatasi perubahan iklim global. Sebagai Chief Science Officer, Sorbom memimpin arah ilmiah dan upaya riset serta pengembangan perusahaan, termasuk dalam memajukan desain ARC. Ide ini berakar dari penelitiannya di MIT, di mana ia menjadi penulis utama makalah yang mengusulkan desain ARC asli saat meraih gelar PhD di bidang ilmu dan teknik nuklir.













