
Sebuah grafik yang beredar di media sosial mengklaim bahwa serangan siber terhadap pusat data perusahaan teknologi Rusia, Yandex, berhasil menurunkan aktivitas bot disinformasi secara signifikan. Klaim ini muncul setelah serangan pesawat nirawak Ukraina menyasar infrastruktur pusat data milik raksasa teknologi Rusia tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sempat menyinggung isu ini dalam forum keamanan di Warsawa dengan menyatakan bahwa serangan terhadap Yandex mengurangi kebencian dan provokasi di media sosial. Kantor kepresidenan kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut merujuk pada atmosfer daring secara umum, bukan data statistik spesifik mengenai penurunan aktivitas bot.
Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti empiris yang menghubungkan serangan terhadap pusat data Yandex dengan penurunan aktivitas bot di platform media sosial. Josef Holnburger, direktur pelaksana Center for Monitoring, Analysis and Strategy (CeMAS), menegaskan bahwa pemantauan sistematis lembaganya tidak menunjukkan adanya penurunan dalam aktivitas disinformasi Rusia.
Grafik yang menjadi perdebatan itu sempat diunggah oleh anggota Parlemen Eropa dari Ceko, Tomas Zdechovsky, dan telah dilihat lebih dari empat juta kali di platform X. Grafik tersebut secara keliru menghubungkan serangan infrastruktur dengan penurunan aktivitas daring terkait partai politik Jerman, AfD, tanpa menyertakan metodologi atau sumber data yang jelas.
Analisis mendalam menunjukkan adanya kejanggalan serius pada visualisasi data tersebut. Grafik mencantumkan nilai hingga 15 Oktober, padahal data tersebut sudah beredar sejak 11 Oktober, yang berarti terdapat upaya memanipulasi data untuk masa depan yang belum terjadi.
Selain itu, skala sumbu X dan Y pada grafik tersebut tidak konsisten dan cenderung menyesatkan secara visual. Jarak antar unit angka pada grafik tidak proporsional, yang secara sengaja memperbesar efek penurunan aktivitas agar terlihat dramatis bagi para audiens.
Ketidakakuratan statistik ini memicu kecurigaan bahwa grafik tersebut mungkin dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI yang melakukan halusinasi data. Fenomena penggunaan grafik buatan AI untuk memberikan kesan kredibilitas pada klaim yang tidak berdasar kini makin sering terjadi di ruang digital.
Salah paham juga sering terjadi terkait data dari Cloudflare yang kerap dikutip sebagai bukti penurunan bot. Holnburger menjelaskan bahwa penurunan lalu lintas bot pada situs web sangat berbeda dengan aktivitas bot sosial yang menyebarkan disinformasi di jaringan media sosial.
Sistem disinformasi biasanya terdistribusi secara luas dan tidak bergantung pada satu pusat data tunggal seperti Yandex. Oleh karena itu, klaim bahwa serangan fisik atau siber pada infrastruktur Yandex secara langsung menghentikan operasi bot media sosial secara global tidak memiliki landasan teknis yang kuat.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor