Kritik Tajam Lisandro Martinez Soal Manajemen Manchester United Usai Kalah dari Atletico

Manchester United kembali mendapat sorotan tajam setelah menelan kekalahan 0-2 atas Atletico Madrid dalam laga lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Metropolitano Stadium, Rabu (14/10/2026).
Kekalahan ini terasa semakin berat karena disertai dengan pernyataan terbuka dari bek andalan mereka, Lisandro Martinez, yang menyoroti arah kebijakan manajemen klub. Martinez secara blak-blakan mempertanyakan rutinitas klub dalam mengganti manajer dan kualitas rekrutmen pemain yang dinilai kurang kompetitif.
Atletico Madrid mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal melalui gol cepat Pablo Barrios. Gol kedua dari Ademola Lookman pada babak kedua pun memastikan Manchester United pulang tanpa poin dari Spanyol.
Usai peluit panjang berbunyi, Martinez memberikan wawancara kepada Amazon Prime dengan nada yang cukup kritis. Ia merasa klub seharusnya tidak hanya fokus pada pergantian kursi kepelatihan, melainkan membenahi aspek-aspek fundamental lain yang selama ini terabaikan.
Pemain asal Argentina tersebut menyatakan bahwa Manchester United membutuhkan persaingan internal yang lebih sehat lewat penambahan pemain baru. Menurut Martinez, tim lain di liga telah bergerak agresif dalam bursa transfer untuk memperkuat skuad, sementara klubnya tampak jalan di tempat.
Komentar ini memancing reaksi dari pandit sepak bola BBC Sport, Paul Robinson. Ia memahami keresahan sang bek, namun menyayangkan pemilihan waktu penyampaian kritik tersebut kepada publik.
Robinson berpendapat bahwa di tengah situasi tim yang sedang terpuruk, ruang ganti seharusnya memancarkan energi positif untuk menenangkan suporter. Ia khawatir pernyataan terbuka pemain justru menambah beban psikologis bagi seluruh skuad yang saat ini berada di bawah tekanan besar.
Meskipun demikian, Robinson memberikan apresiasi atas keberanian Martinez untuk berkata jujur. Baginya, pendukung Manchester United sudah lelah dengan pernyataan basa-basi para pemain yang mengklaim bahwa kondisi tim baik-baik saja.
Para pendukung tentu ingin mendengar realitas yang sebenarnya daripada sekadar retorika formalitas. Kekecewaan fans sering kali berakar dari ketidaksinkronan antara performa di lapangan dengan janji-janji manajemen di balik meja kantor klub.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











