Australia Konfirmasi Kasus H5N1 Pertama pada Mamalia Laut

Australia kini mengonfirmasi kasus pertama flu burung H5N1 yang terdeteksi pada mamalia di wilayahnya. Penemuan virus mematikan ini pada seekor anjing laut berbulu berhidung panjang di Australia Selatan menandai eskalasi serius.
Mamalia malang itu ditemukan mati di kota pesisir Beachport, sekitar 310 kilometer selatan Adelaide. Otoritas setempat mengidentifikasi anjing laut tersebut sebagai bagian dari populasi sekitar 100.000 ekor di perairan negara bagian tersebut.
Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, menjelaskan bahwa kematian ini tidak tampak berkaitan dengan mamalia laut lain yang sakit atau mati. Namun, ia menekankan bahwa begitu flu burung H5 menyebar di lingkungan alami, kerugian signifikan menjadi sangat sulit untuk dihindari.
Kasus ini muncul di tengah peningkatan infeksi flu burung patogenik tinggi (HPAI) yang telah melanda Australia sejak Juni. Meskipun virus tersebut belum ditemukan pada unggas maupun sektor pertanian, sebanyak 297 kasus HPAI telah terkonfirmasi secara nasional.
Peristiwa ini mengikuti laporan kematian massal burung laut bulan ini, serta penemuan virus di Pulau Heard, wilayah sub-Antarktika administrasi Australia, pada akhir 2025. Di sana, lebih dari 13.000 anak anjing laut dilaporkan mati akibat virus tersebut, menjadikan Australia benua terakhir yang melaporkan kasus flu burung.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor














