Daya Tarik BRICS bagi Negara Berkembang Meski Didera Perbedaan Kepentingan

Pemimpin dari China, Rusia, India, serta sejumlah negara anggota BRICS lainnya dijadwalkan bertemu di New Delhi akhir pekan ini untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi global.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah bayang-bayang konflik bersenjata dan lonjakan harga energi dunia yang berisiko mengganggu solidaritas blok ekonomi ini. BRICS sendiri merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Ketegangan geopolitik yang melibatkan beberapa negara anggota menciptakan tantangan baru bagi kohesi internal organisasi. Konflik Rusia di Ukraina serta persaingan strategis antara India dan China sering kali memicu keretakan dalam pengambilan keputusan kolektif.
Namun, minat negara-negara berkembang untuk bergabung dengan BRICS justru terus meningkat setiap tahun. Banyak negara melihat blok ini sebagai alternatif bagi tatanan ekonomi dunia yang selama ini didominasi oleh negara-negara Barat.
-af2f7.webp)







