Dewan Hak Asasi Manusia PBB Akan Mengadakan Sidang Khusus Untuk Membahas Kudeta di Myanmar
Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa akan adakan sidang khusus bahas kudeta di Myanmar.

Beritana, Bangkalan - Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) akan menggelar sidang khusus untuk membahas kudeta yang dilakukan oleh Militer di Myanmar. Langkah tersebut secara resmi diminta oleh Uni Eropa dan Britania Raya (Inggris).

"Dewan Hak Asasi Manusia akan mengadakan pertemuan khusus untuk membahas implikasi hak asasi manusia dari krisis di Myanmar, pada Jumat ini," kata badan HAM PBB dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP, Selasa (9/2/2021).

Julian Braithwaite Duta Besar Inggris di Jenewa, mengatakan seruanya untuk segera melakukan sidang khusus hal itu dilakukan karena Militer Myanmar telah sewenang-wenang melakukan tindakan terhadap politikus yang dipilih secara demokrasi. Militer telah menangkap puluhan anggota partai Liga Nasional termasuk pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

"Implikasi serius bagi hak asasi manusia di Myanmar," kata Braithwaite.

Sidang khusus Dewan HAM PBB itu setidaknya memerlukan dukungan dari sepertiga dari jumlah total 47 anggota. Hingga saat ini, sudah ada 19 orang yang mendukung diadakannya sidang khusus tersebut.

Sejumlah negara telah menyatakan dukungannya yakni Korea Selatan, Jepang, Argentina, Meksiko, Brazil. Kemudian ada Italia, Prancis, Jerman dan negara lainnya.

Braithwaite mengatakan sidang Khusus Dewan HAM PBB itu akan menjadi sesi ke-29. Dalam tersebut, Dewan HAM PBB akan menyusun resolusi mengenai masalah yang terjadi di Myanmar.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations