Dokumen Bocor Ungkap Diplomat AS Manipulasi Laporan Terkait Pemerintah Israel

Seorang staf senior di kedutaan besar Amerika Serikat diduga secara sistematis mengubah laporan diplomatik untuk memberikan gambaran positif bagi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Tindakan ini dilakukan oleh ajudan utama Duta Besar Mike Huckabee demi memastikan narasi yang sampai ke Washington tetap selaras dengan kepentingan politik pihak tertentu. Berdasarkan dokumen yang diperoleh The Times, beberapa poin kritis mengenai kebijakan Israel sengaja disunting atau bahkan ditiadakan dari laporan resmi.
Perubahan ini memicu kekhawatiran serius di kalangan staf karier Kementerian Luar Negeri AS. Mereka menilai langkah tersebut telah mengaburkan objektivitas informasi yang seharusnya menjadi landasan pengambilan kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tekanan sering datang dari lingkungan internal kedutaan. Laporan yang semula mencatat pelanggaran hak asasi manusia atau hambatan kemanusiaan di wilayah pendudukan, secara bertahap diubah menjadi narasi yang mengedepankan stabilitas keamanan pemerintah Israel.
Praktik ini menimbulkan perdebatan luas mengenai integritas data intelijen dan diplomatik. Ketika laporan di lapangan dimanipulasi, pembuat kebijakan di Washington berisiko mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak akurat, yang dampaknya bisa sangat fatal bagi kredibilitas diplomatik AS di panggung internasional.
Pihak kedutaan sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, dokumen yang bocor menunjukkan adanya pola yang konsisten dalam penyuntingan teks sejak penunjukan staf tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261026/original/095995400_1750653717-AP25172080086730.jpg)





