Donald Trump Beri Pernyataan Kontroversial Soal Kondisi Sosial di Kota Paris

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan bernada keras mengenai situasi keamanan di Prancis.
Ia mengklaim bahwa Paris akan segera berubah menjadi kota Muslim dalam waktu dekat. Komentar tersebut disampaikan saat ia menanggapi gejolak sosial yang sempat melanda negara tersebut.
Trump secara terbuka menyalahkan gelombang imigrasi sebagai pemicu utama kerusuhan yang terjadi di kota-kota besar Prancis. Menurutnya, kebijakan perbatasan yang longgar di Eropa menciptakan celah bagi ketidakstabilan domestik yang kini dihadapi oleh pemerintah setempat.
Pernyataan ini bukan kali pertama dilontarkan oleh tokoh politik sayap kanan di Amerika Serikat terkait kebijakan imigrasi di Eropa. Perspektif ini sering kali digunakan dalam debat domestik Amerika sebagai peringatan akan bahaya yang disebut sebagai kegagalan integrasi budaya.
Banyak pengamat menilai bahwa retorika tersebut sengaja dirancang untuk membakar semangat basis pendukungnya yang menuntut kontrol perbatasan lebih ketat. Namun, pernyataan mengenai transformasi demografis sebuah kota besar seperti Paris dianggap tidak berdasar oleh banyak kalangan akademisi.
Paris sendiri merupakan ibu kota Prancis yang memiliki sejarah panjang sebagai kota multikultural dan kosmopolitan. Meskipun menghadapi tantangan integrasi, populasi kota ini tetap mencakup beragam latar belakang etnis dan agama yang telah menjadi bagian dari identitas modern Prancis selama beberapa dekade.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376415/original/023617700_1792357045-juve_2.jpg)



