Irak Dapat Izin AS untuk Kembali Buka Penerbangan ke Iran

Pemerintah Irak telah memperoleh lampu hijau dari Amerika Serikat untuk melanjutkan penerbangan langsung menuju Iran. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Irak, yang menandai pelonggaran pembatasan yang sebelumnya menghambat konektivitas udara antara kedua negara tetangga tersebut.
Keputusan ini sangat signifikan mengingat kedua negara berbagi perbatasan darat yang panjang dan memiliki hubungan historis serta ekonomi yang erat. Penerbangan antara Irak dan Iran, yang krusial bagi pergerakan warga negara, peziarah agama, dan kegiatan perdagangan, telah terhenti akibat sanksi luas yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap industri penerbangan Iran.
Sanksi Amerika Serikat tersebut, yang diterapkan sebagai respons terhadap berbagai isu geopolitik, secara efektif membatasi kemampuan maskapai Iran untuk beroperasi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Hal ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk pariwisata, bisnis, dan terutama ziarah ke situs-situs suci di Iran yang sering dikunjungi oleh warga Irak.
Dengan izin yang kini diberikan, Irak berupaya memulihkan jalur transportasi udara yang vital ini. Langkah ini diharapkan tidak hanya memfasilitasi kembali pergerakan orang dan barang, tetapi juga menjadi sinyal awal potensi normalisasi hubungan ekonomi dan diplomatik di kawasan yang kerap dilanda ketegangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor














