Liberia Sepakati Penerimaan 1.200 Deportan Pihak Ketiga dari Amerika Serikat

Pemerintah Liberia di Monrovia telah menyetujui untuk menerima hingga 1.200 deportan dari negara ketiga yang dideportasi oleh Amerika Serikat dalam 12 bulan ke depan. Gelombang pertama yang terdiri dari 20 orang diperkirakan tiba di Liberia pada Kamis ini.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintahan Donald Trump yang mencari negara-negara untuk menampung individu yang tidak dapat mereka kembalikan ke negara asal mereka. Umumnya, hal ini terjadi karena perintah pengadilan AS yang memutuskan bahwa pemulangan tersebut akan membahayakan keselamatan para individu.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Selasa, pemerintah Liberia menegaskan akan menerima hingga 1.200 orang yang dipindahkan dari Amerika Serikat dalam waktu satu tahun.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa para individu tersebut akan diterima sebagai "tamu" dan memiliki kebebasan untuk meninggalkan negara tersebut kapan pun mereka mau, atau untuk mengajukan permohonan suaka.
Deportan yang akan diterima mencakup warga negara dari negara-negara Afrika dan Belahan Bumi Barat yang dinyatakan sehat secara medis untuk melakukan perjalanan.
Pemerintah Liberia mengklarifikasi bahwa kesepakatan ini tidak melibatkan pertukaran timbal balik (quid pro quo) dengan AS.
Mereka tidak menuntut dan belum menerima kompensasi langsung.
Namun, Liberia menyatakan akan menerima dukungan untuk membantu mengelola program ini dan memperkuat sistem migrasinya secara lebih luas, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pernyataan itu turut mengacu pada sejarah Liberia pada abad ke-19 sebagai tempat perlindungan bagi budak yang dibebaskan dari AS. Ini menyoroti tradisi panjang negara tersebut dalam menerima orang-orang yang mencari perlindungan dari krisis politik dan lainnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor












