Krisis Ekspor Panen Ukraina: Petani Tercekik Blokade Laut Hitam

Krisis ekspor panen Ukraina kian memburuk, membuat para petani tercekik di tengah konflik dan blokade Laut Hitam. Serangan Rusia di pelabuhan Laut Hitam secara signifikan membatasi ekspor gandum Ukraina, mengancam seluruh sektor pertanian negara tersebut. Pelabuhan Odesa, penopang 90% ekspor pertanian, kini lumpuh.
Pemerintah Ukraina mencoba rute alternatif melalui darat, kereta api, dan air, termasuk koridor via Moldova. Namun, para ahli menegaskan solusi sementara ini tak mampu menggantikan peran vital pelabuhan. Blokade Laut Hitam bahkan ancaman lebih besar bagi ekonomi Ukraina daripada invasi skala penuh 2022.
Denys Marchuk dari Dewan Agraria Seluruh Ukraina melaporkan, petani telah memanen lebih dari 28 juta ton biji-bijian, namun sebagian besar tak dapat dijual. Kondisi ini menyebabkan kekurangan uang tunai krusial untuk penanaman musim dingin. Sulit menjual panen, sehingga terpaksa menyimpan hasil jika ada ruang.
Situasi diperkirakan memburuk seiring panen jagung 33 juta ton tahun ini, menambah tekanan pada kapasitas penyimpanan. Kekurangan kapasitas penyimpanan hingga 10 juta ton diperkirakan, terutama di wilayah garis depan. Analis Maksym Hopka mencatat ekspor pertanian anjlok, dengan harga gandum pangan turun 30-35%.
Penurunan harga tajam membuat petani tidak lagi menutupi biaya produksi, bahkan beberapa peternakan beroperasi merugi. Kementerian Kebijakan Agraria dan Pangan Ukraina memperkirakan kerugian tahunan mencapai $20,5 miliar dari produk tak terjual. Pemerintah memperpanjang program pinjaman, mengajukan bantuan €220 juta dari Komisi Eropa.
Menteri Pertanian Taras Vysotsky menekankan prioritas utama memulihkan jalur pelayaran aman ke pelabuhan Odesa. Oleg Nivievskyi dari Kyiv School of Economics menyarankan strategi jangka panjang agar ekspor mencapai pasar global. Ini tentang logistik kokoh agar blokade rute tidak melumpuhkan sektor, bukan hanya alternatif.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor










