Inovasi Michael Polansky: Mengembangkan Model AI dengan Jaringan Kulit Hidup

Di tengah hiruk-pikuk Silicon Valley yang kerap menonjolkan ego besar, Michael Polansky tampil dengan profil yang sangat tenang. Duduk di sebuah kafe di Mill Valley, California, ia tampak seperti seorang akademisi muda yang bersahaja, jauh dari kesan selebritas dunia meski dirinya dikenal sebagai pasangan dari penyanyi Lady Gaga.
Polansky sebenarnya memimpin sebuah startup bioteknologi inovatif bernama Outer Biosciences. Perusahaan ini telah beroperasi selama beberapa tahun secara tertutup untuk mengembangkan metode menjaga jaringan kulit manusia tetap hidup di luar tubuh selama lebih dari sebulan.
Dahulu, Polansky meniti karier sebagai analis di perusahaan investasi Bridgewater Associates sebelum pindah ke industri teknologi. Pengalamannya bekerja bersama Sean Parker di Founders Fund dan Parker Institute for Cancer Immunotherapy menjadi fondasi kuat baginya dalam memahami dunia medis dan riset kanker.
Metode yang diterapkan Outer Biosciences berbeda dari riset konvensional yang biasanya mengandalkan hewan uji atau kultur sel sederhana. Mereka menggunakan sisa jaringan kulit asli hasil operasi medis, yang diperoleh melalui lembaga nirlaba serta bank jaringan dengan persetujuan donor yang sah dan diawasi secara ketat oleh dewan peninjau kelembagaan.
Proses ini melibatkan sistem pendukung yang mampu memberikan nutrisi sekaligus membuang limbah metabolik dari jaringan kulit tersebut. Dengan teknologi ini, sampel kulit dapat bertahan hingga 30 hari tanpa kehilangan struktur epidermal atau respons imun aslinya, sebuah capaian yang jauh melampaui standar industri yang biasanya hanya bertahan hitungan hari.
Polansky menjelaskan bahwa data dari jaringan hidup ini kemudian dimasukkan ke dalam model kecerdasan buatan atau AI. Model tersebut bertugas memprediksi senyawa kimia mana yang memberikan dampak positif pada fungsi kulit, yang kemudian diuji coba secara fisik ke jaringan hidup untuk memvalidasi hasilnya.
Sistem ini menciptakan siklus yang terus berkembang, di mana hasil eksperimen digunakan untuk meningkatkan akurasi prediksi AI di masa mendatang. Dibandingkan dengan metode awal yang bersifat coba-coba, tim kini mampu menghasilkan satu temuan kandidat bahan aktif setiap enam minggu, sebuah lompatan efisiensi yang luar biasa dalam riset dermatologi.
Outer Biosciences berencana memposisikan diri sebagai penyedia bahan baku bagi industri kosmetik dan farmasi melalui lisensi atau kerja sama riset. Dengan fokus pada pengembangan bahan aktif yang teruji secara ilmiah, mereka berharap dapat membuka era baru dalam penemuan formula perawatan kulit yang jauh lebih cepat dan akurat.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor










