Pembelaan Trump untuk Infantino: Masa Depan Piala Dunia Terancam

Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan berat menyusul kegagalan rencana kontroversial terkait penjualan saham Piala Dunia. Merespons situasi ini, Donald Trump secara tegas membela Infantino, memperingatkan potensi kerugian besar bagi turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menegaskan FIFA akan melakukan kesalahan besar jika anggotanya berupaya menggantikan Infantino. Ia mengklaim, tanpa kepemimpinan Infantino, kesuksesan dan keuntungan Piala Dunia tidak akan pernah tercapai lagi seperti sekarang.
Tekanan terhadap Infantino mencuat dari tiga konfederasi regional: UEFA, CONCACAF, dan AFC. Mereka mengecam keras Infantino karena berencana membentuk anak perusahaan untuk mengelola turnamen, membuka peluang investor swasta membeli hingga 20% saham.
Ketiga badan tersebut menuduh Infantino mengkhianati kepercayaan anggota melalui tipu daya. Mereka menilai upaya penjualan hak kepemilikan Piala Dunia bukan sekadar kesalahan prosedural, melainkan pelanggaran mendasar terhadap kepercayaan institusional.
Federasi-federasi tersebut menulis, "Ketika kepercayaan dikhianati melalui tipu daya, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kelompok yang telah memercayakan wewenang kepadanya, maka kewajiban itu telah diabaikan." Skema kontroversial ini diketahui didukung oleh Thrive Capital milik Joshua Kushner.
Infantino pun terpaksa menyampaikan permohonan maaf terbuka usai mendapat penolakan masif dari federasi sepak bola global. Meski begitu, ia masih mengantongi dukungan resmi dari federasi nasional Argentina, Meksiko, dan Qatar.
Infantino dikenal sebagai sosok sentral di balik komersialisasi masif FIFA, yang membawa Piala Dunia tahun ini menjadi turnamen terbesar dan paling menguntungkan. Namun, kegagalan manuver komersial terbarunya kini menempatkan posisinya dalam ancaman serius, terlepas dari pembelaan yang diberikan Presiden AS Donald Trump.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor














