Tensi Selat Hormuz Meningkat: Iran Tuntut Syarat Pembukaan

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah insiden penargetan kapal minyak milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) pada dini hari Sabtu.
Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran vital tersebut hanya akan dibuka jika persyaratan khusus dari Republik Islam Iran dipenuhi, memicu kekhawatiran global.
ADNOC mengkonfirmasi insiden serangan rudal terhadap salah satu kapalnya saat melintasi selat, namun menyatakan tidak ada korban luka dan situasi terkendali.
Uni Emirat Arab mengecam keras penargetan tanker afiliasi ADNOC tersebut, menandai eskalasi baru.
Kemampuan Teheran untuk mengendalikan selat strategis ini, yang sebelumnya merupakan jalur bebas, telah memicu guncangan pasokan energi global.
Hal ini mendorong kenaikan harga bahan bakar, memperparah inflasi, dan menimbulkan kekhawatiran serius mengenai cadangan minyak dunia.
Harga minyak sempat melonjak di tengah spekulasi kesepakatan untuk membuka kembali selat bagi kebebasan navigasi, yang diisyaratkan oleh pemerintahan Trump.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, Sardar Mohbi, dengan tegas menyatakan, "Pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada mekanisme dan persyaratan khusus Republik Islam Iran dan tidak ada kaitannya dengan negosiasi antara Iran dan Oman."
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sempat berharap kesepakatan pembukaan selat bisa tercapai segera, didukung sinyal positif dari Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Namun, kesepakatan tersebut belum terwujud, dan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz bahkan turun 33% pada hari Jumat, dengan mayoritas kapal menggunakan rute Iran, menurut Kpler.
Di tengah upaya Iran dan Oman merumuskan rute transit baru, media pemerintah Iran justru menerbitkan rancangan rencana yang lebih restriktif.
Rencana yang ditinjau parlemen itu akan melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi selat, serta menahan kapal dari negara yang merugikan Iran hingga kompensasi dibayarkan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor










