Analisis Mengapa Manchester United Gagal Dapat Penalti di Laga Kontra Fulham

Manchester United hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 saat melawat ke markas Fulham di Craven Cottage pada Minggu, 21 September 2026.
Hasil tersebut memperpanjang catatan minor tim asuhan Michael Carrick yang kini hanya memenangkan satu dari lima pertandingan terakhir di Liga Inggris. Tekanan terhadap manajer tersebut semakin besar mengingat sulitnya tim menembus pertahanan lawan.
Sorotan utama tertuju pada insiden menit-menit akhir ketika umpan silang Lisandro Martinez mengenai tangan bek Fulham, Calvin Bassey, di dalam kotak terlarang. Wasit Peter Bankes segera memutuskan untuk melanjutkan permainan meski para pemain Manchester United melayangkan protes keras.
Keputusan tersebut tidak berubah setelah dilakukan peninjauan oleh tim VAR di Stockley Park. Premier League Match Centre kemudian merilis transkrip komunikasi resmi untuk memberikan kejelasan kepada publik.
Dalam komunikasi tersebut, wasit VAR menyatakan bahwa lengan Bassey berada dalam posisi rapat dengan tubuhnya saat insiden terjadi. Asisten wasit pun mendukung pandangan awal Bankes dengan alasan serupa.
Tayangan ulang menunjukkan Bassey secara refleks membawa kedua tangannya ke dada demi melindungi tubuh dari arah bola yang datang dalam jarak dekat. Perangkat pertandingan menyimpulkan bahwa posisi tangan tersebut tidak mengubah arah bola secara tidak wajar.
Selain itu, pihak wasit menilai tidak ada peluang mencetak gol yang dihentikan secara ilegal. Oleh karena itu, insiden tersebut tidak dikategorikan sebagai pelanggaran penalti yang harus diberikan kepada tim tamu.
Terlepas dari perdebatan keputusan wasit, efektivitas serangan tetap menjadi masalah utama yang menghantui Manchester United sepanjang musim ini. Gol penyama kedudukan melalui tembakan Matheus Cunha pun tercipta berkat perubahan arah bola setelah mengenai pemain lawan, bukan melalui skema permainan yang matang.
Jeda internasional yang akan berlangsung dalam waktu dekat memberikan waktu bagi Michael Carrick untuk melakukan evaluasi mendalam. Pendekatan taktik harus segera dibenahi sebelum mereka kembali berlaga pada Oktober mendatang.
Jadwal berat sudah menanti skuad Setan Merah usai masa rehat tersebut. Mereka dijadwalkan menghadapi Tottenham Hotspur pada 10 Oktober, disusul laga melawan Atletico Madrid tiga hari kemudian.
Kinerja lini serang yang belum menunjukkan konsistensi menjadi tantangan besar bagi Carrick. Kegagalan membongkar pertahanan disiplin seperti yang ditunjukkan Fulham menjadi indikator perlunya perubahan strategi sebelum memasuki jadwal padat bulan depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











