Jika rencana yang kamu susun rapi tiba-tiba berantakan, mungkin Tuhan sedang menyelamatkanmu dari sesuatu yang salah

Kamu sudah menyusun rencana itu sedemikian rupa, sampai ke detail terkecil yang kamu bayangkan bakal bikin semuanya sempurna.
Lalu, dalam satu kedipan mata, semuanya hancur berantakan. Kamu yang tadinya berharap tinggi, sekarang cuma bisa melongo menatap reruntuhan harapan itu dengan perasaan hampa yang menusuk dada.
Percaya deh, kamu nggak sendirian merasakan ini. Wajar banget kalau sekarang kamu merasa marah, kecewa, atau bahkan ingin teriak ke arah langit karena merasa hidup sedang tidak adil padamu.
Terkadang Tuhan memang sedang membelokkan arah
Mungkin saat ini kamu merasa tidak punya jalan keluar. Kabut menutupi penglihatanmu dan hujan terasa sangat deras, sampai kamu tidak bisa melihat apa-apa lagi selain kesedihan di depan mata.
Padahal, seringkali sesuatu harus hancur supaya kamu bisa berhenti memaksakan apa yang sebenarnya bukan milikmu. Kita seringkali keras kepala mengejar apa yang menurut kita terbaik, tanpa sadar bahwa Tuhan punya definisi lain tentang kebahagiaanmu.
Kamu dibuat kecewa bukan untuk dihukum, tapi supaya kamu paham bahwa apa yang kamu incar itu mungkin bukan pelabuhan yang tepat untukmu berlabuh.
Ada bahagia yang perlu kamu jemput
Memang tidak ada orang yang merasa senang saat hatinya sedang dihancurkan oleh keadaan. Rasanya perih, melelahkan, dan kadang bikin kamu bertanya-tanya kenapa harus kamu yang menanggung semua beban ini.
Tapi coba tarik napas sebentar. Mungkin kebahagiaan yang nanti akan kamu jemput memang mengharuskan kamu membayar harga berupa air mata dan rasa sakit hari ini agar kamu lebih tangguh.
Anggap saja ini masa transisi. Kamu sedang dibentuk supaya saat nanti hal yang lebih indah itu datang, kamu sudah cukup dewasa untuk menghargainya dengan cara yang paling tepat.
Pelan-pelan saja, semua akan membaik
Tidak perlu terburu-buru untuk terlihat baik-baik saja kalau hatimu masih terasa remuk. Kamu manusia, bukan robot yang bisa diatur untuk segera reset setelah mengalami kegagalan.
Jalani saja prosesnya meski rasanya berat. Kamu tidak perlu langsung paham rencana besar di baliknya sekarang, cukup bernapas dulu dan percaya bahwa setelah badai ini reda, akan selalu ada pelangi yang menunggumu di sana.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor






