Langsung ke konten
beritana
Breaking

Kadang Niat Baik Untuk Berbohong Itu Bukan Solusi, Malah Bikin Luka Jadi Lebih Dalam Nanti

Foto Beritana GeminiBeritana Gemini2 menit bacaAsmara
api unggun, swiss, chienbase, api, kebohongan, tradisi fasnacht, tradisi, chienbaese, tanah dasar, gelap
Foto: Pixabay

Pernah nggak sih, kamu di posisi harus bilang sesuatu yang pahit banget, tapi kamu mikir, 'Ah, udahlah, biar dia nggak sakit sekarang?'

Akhirnya, kamu pilih jalan yang menurutmu lebih 'aman', menutupi sebagian, atau bahkan memutarbalikkan fakta.

Wajar kok, naluri kita emang pengen melindungi orang yang kita sayang. Nggak mau lihat dia sedih, apalagi karena kita. Itu manusiawi banget, jujur.

Kita semua pernah ada di titik itu, antara mau jujur tapi takut nyakitin, atau bohong kecil demi 'kebaikan'. Itu dilema yang berat, aku tahu.

Tapi, Kenapa Malah Makin Rumit?

Kamu kira dengan menutupi kebenaran, semuanya bakal baik-baik aja. Mungkin dia nggak tahu sekarang, dia senyum, dan kamu lega. Sementara.

Padahal, kamu cuma tunda rasa sakitnya, tahu nggak?

Itu kayak luka yang ditutup plester doang tanpa diobati. Kelihatannya sembuh di luar, tapi dalamnya masih bernanah, bahkan bisa makin parah sampai akhirnya harus diamputasi karena kamu nggak berani ngelihat darah sedikit pun.

Kepercayaan Itu Barang Mahal, Lho

Yang sering kita lupa, sebuah kebohongan itu bukan cuma soal apa yang kita sembunyikan. Lebih dari itu, dia ngerusak fondasi paling dasar dari hubungan: kepercayaan.

Begitu dia tahu kamu bohong, entah kapan dan dari siapa, rasa kecewanya bukan cuma karena kebohongan itu sendiri. Tapi juga karena kamu meremehkan dia, seolah dia nggak cukup kuat buat hadapi kebenaran, seolah dia nggak pantas tahu apa yang terjadi. Sakit banget digituin, kan?

Bukan cuma soal dia, kamu juga ikut sakit sebenarnya. Ada beban yang kamu bawa sendirian, rasa takut kebohongan itu terbongkar kapan aja, kapan aja bom waktu itu meledak.

Pilih Sakit Sekarang, Atau Hancur Nanti?

Jujur itu emang pahit di awal. Mungkin ada air mata, ada marah, ada kecewa yang harus kamu hadapi. Pasti ada drama, itu wajar.

Tapi percaya deh, itu jauh lebih baik daripada melihat mata dia nanar pas tahu kamu selama ini nutup-nutupin sesuatu. Lebih baik dia marah karena kebenaran, daripada dia hilang kepercayaan sama sekali. Karena kepercayaan, itu yang paling susah dibangun ulang.

Dia mungkin terluka, tapi dia akan belajar bahwa kamu menghargainya untuk bisa tahu kebenaran, bahkan yang paling tidak enak sekalipun. Itu pondasi yang lebih kuat, kan? Kamu jadi bisa napas lega juga.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini