Strategi Diet Saat Gelombang Panas Melanda: Lebih Banyak Protein atau Justru Kurang?

Saat gelombang panas ekstrem melanda berbagai wilayah, termasuk beberapa bagian di Inggris dengan suhu melebihi 30 derajat Celsius pekan ini, pertanyaan seputar penyesuaian diet menjadi relevan bagi banyak orang. Kondisi ini sering kali membuat masyarakat enggan menyalakan oven untuk memasak, bahkan tak jarang menyebabkan penurunan nafsu makan secara keseluruhan.
Lantas, ketika suhu panas sudah tak tertahankan, haruskah kita mempertimbangkan untuk mengubah pola makan?
“Tidak ada kebutuhan untuk lebih banyak protein saat gelombang panas,” kata Aisling Daly, seorang dosen senior nutrisi di Oxford Brookes University.
Namun, jika Anda tetap menginginkannya, protein paling umum seperti daging merah, ayam, dan ikan memang perlu dimasak. Proses ini tentu bisa menjadi tantangan di tengah cuaca panas, bahkan acara barbeku di luar ruangan pun terasa terlalu gerah untuk dinikmati.
Di sinilah perangkat dapur modern seperti air fryer dapat menjadi solusi. Memasak satu potong paha ayam menggunakan alat ini menghabiskan energi kurang dari separuh yang dibutuhkan oleh oven konvensional, menurut program Sliced Bread dari Radio 4 Inggris. Ukurannya yang lebih kecil dan prosesnya yang lebih cepat juga berarti air fryer melepaskan lebih sedikit panas ke dapur Anda.
Meskipun demikian, para ahli mengingatkan untuk tidak melupakan slow cooker yang mungkin tersimpan di sudut lemari. Meskipun alat ini beroperasi lebih lama, slow cooker umumnya lebih hemat energi dan melepaskan panas yang bahkan lebih sedikit dibandingkan air fryer.
Faktanya, dengan mengonsumsi dan mencerna protein, tubuh kita memproduksi lebih banyak panas dibandingkan kelompok makanan lain. Hal ini disebabkan oleh energi yang dibutuhkan oleh lambung, usus, dan hati untuk memecah serta menyerap molekul kompleks ini.
Jadi, steak yang mungkin Anda idamkan justru bisa membuat Anda berkeringat.
Sebagai alternatif, Anda juga bisa mendapatkan protein dari lentil, kacang-kacangan, susu, tahu, dan keju.
Untuk mengurangi panas tubuh sambil tetap memenuhi asupan protein, Dr. Daly merekomendasikan fokus pada makanan seperti salad kacang, telur, daging yang sudah dimasak, serta banyak yoghurt Yunani, bahkan dalam bentuk beku. Membuat smoothie dengan memblender buah, sayuran, dan yoghurt—ditambah selai kacang untuk protein—dapat menjadi hidangan bergizi seimbang yang mudah.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor














