Untuk Kamu yang Masih Berusaha Menerima Perpisahan, Ternyata Berpisah Bukan Berarti Kamu Gagal

Kamu pernah nggak, duduk diam tapi rasanya kayak habis lari maraton?
Hati rasanya capek banget karena harus menerima kenyataan kalau dia beneran pergi dari hidupmu. Rasanya wajar kalau kamu merasa dunia seolah berhenti berputar sekarang, apalagi kalau kamu sudah kasih segalanya buat dia.
Kamu Nggak Sedang Bermimpi, Kok
Dia benar-benar sudah tidak ada.
Kamu percaya semua janji manis yang dia buat dulu, sampai tiba-tiba tidak ada lagi yang bisa dipercaya dari ucapannya. Dulu kamu pikir dia adalah rumah, tempat paling aman untuk pulang, tapi ternyata rumah itu punya kunci yang tidak lagi bisa kamu pegang.
Rasanya perih, aku tahu.
Kamu mungkin terus mencoba mengingat kapan semuanya mulai rusak dan berantakan. Tapi sekeras apapun kamu mencari jawabannya, dia tetap memilih untuk melangkah ke arah yang berbeda tanpa menoleh lagi ke belakang.
Diam Itu Bukan Berarti Kalah
Menjadi diam bukan berarti kamu tidak terluka.
Kamu cuma sedang belajar untuk tidak menyimpan dendam, karena membenci dia terus-menerus hanya akan membuat lukamu makin lebar. Kadang diam adalah cara paling jujur untuk memeluk diri sendiri yang sedang hancur lebur, tanpa perlu banyak penjelasan pada orang lain.
Mungkin ini cara semesta bilang kalau dia memang bukan orang yang tepat buatmu. Kamu berhak mendapatkan seseorang yang tidak perlu dipaksa setengah mati hanya untuk sekadar bertahan di sampingmu.
Jalanmu Masih Panjang, Kawan
Biarkan dia pergi membawa ceritanya.
Sekarang saatnya kamu mulai berjalan lagi, pelan-pelan saja dan tidak perlu terburu-buru untuk merasa sembuh total. Perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, tapi cuma penutup bab yang memang sudah waktunya untuk diselesaikan supaya kamu bisa mulai menulis cerita yang baru.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













