Analisis CEO Two Prime: Reli Harga Bitcoin Masih Memiliki Ruang untuk Tumbuh

Reli harga Bitcoin saat ini diperkirakan masih menyimpan potensi kenaikan lebih lanjut seiring dengan berkurangnya posisi jual atau short akibat volatilitas pasar.
Alexander Blume, CEO Two Prime, menyatakan bahwa dinamika pasar kripto saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda spekulasi berlebihan yang lazim terjadi pada fase jenuh. Two Prime sendiri merupakan perusahaan manajemen aset kripto yang berbasis di Amerika Serikat dengan spesialisasi pada strategi lindung nilai atau hedging bagi investor institusi.
Data menunjukkan bahwa tingkat pendanaan atau funding rates di bursa berjangka tetap berada pada posisi yang terkendali. Kondisi ini memberikan indikasi kuat bahwa kenaikan harga yang terjadi belakangan ini didorong oleh aksi beli yang lebih fundamental dibandingkan dorongan spekulatif dari para trader harian.
Funding rates adalah biaya yang dibayarkan trader untuk menjaga posisi terbuka di bursa derivatif kripto. Jika nilainya terlalu tinggi, hal itu biasanya menjadi sinyal bahwa pasar terlalu panas atau dipenuhi oleh pelaku pasar yang bertaruh dengan leverage besar.
Blume juga menyoroti fenomena aksi jual pada opsi call yang terus berlanjut di pasar derivatif. Opsi call memberikan hak kepada pemegang untuk membeli aset pada harga tertentu, dan jika aksi jual di sektor ini mereda, maka tekanan pada harga Bitcoin cenderung menurun.
Ketika para spekulan mulai menarik diri dari posisi jual yang didorong oleh ketakutan terhadap volatilitas, pasar cenderung lebih stabil. Stabilitas ini menjadi landasan penting bagi Bitcoin untuk membangun pijakan harga baru yang lebih kuat di level saat ini.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran harga yang menarik minat investor institusi untuk kembali masuk ke pasar. Minat tersebut terlihat dari arus modal yang mulai mengalir kembali ke produk investasi berbasis kripto, seperti Exchange Traded Fund atau ETF Bitcoin yang kini telah tersedia di pasar modal global.
Perlu dipahami bahwa pasar mata uang kripto secara historis sangat sensitif terhadap suku bunga global dan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Fluktuasi nilai tukar serta sentimen ekonomi makro tetap menjadi faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan aset digital ini.
Meskipun demikian, optimisme yang disampaikan Blume berakar pada kondisi teknis internal pasar yang sehat. Tanpa adanya tekanan besar dari posisi short yang memaksa likuidasi mendadak, volatilitas diharapkan tetap berada dalam rentang yang dapat dikelola oleh para pelaku pasar.
Para investor kini memantau dengan saksama perkembangan volume perdagangan di berbagai bursa global. Kenaikan volume yang konsisten akan menjadi konfirmasi tambahan bahwa reli harga ini bukan sekadar fenomena jangka pendek yang didorong oleh rumor.
Secara keseluruhan, pasar tampak sedang dalam fase transisi dari konsolidasi menuju pertumbuhan yang lebih organik. Analisis ini memberikan perspektif baru bagi mereka yang mencari indikator lebih mendalam selain sekadar pergerakan grafik harga harian.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












