Analisis Jose Mourinho: Duel Real Madrid Kontra Inter Milan Bisa Berakhir 7-6

Real Madrid sukses menundukkan Inter Milan dengan skor tipis 2-1 dalam laga pembuka Liga Champions 2026/2027 di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu dini hari WIB.
Kemenangan Los Blancos ditentukan melalui gol Kylian Mbappe dan Federico Valverde, sementara tim tamu hanya mampu membalas lewat satu gol Carlos Augusto.
Meskipun meraih poin penuh, pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menilai jalannya pertandingan jauh lebih dramatis daripada skor akhir yang terpampang di papan skor. Ia menyebut intensitas kedua tim menciptakan peluang silih berganti yang sangat tinggi sepanjang 90 menit.
Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia, Mourinho secara blak-blakan mengungkapkan laga tersebut berlangsung sangat liar. Ia bahkan meyakini skor akhir bisa saja berakhir dengan angka telak 7-6 seandainya efektivitas penyelesaian akhir lebih baik dari kedua belah pihak.
Pertandingan ini berlangsung di tengah krisis pemain yang melanda kubu tuan rumah. Real Madrid terpaksa turun tanpa sejumlah pilar utama seperti Bernardo Silva, Eduardo Camavinga, serta Rodrygo karena akumulasi sanksi dan cedera.
Kondisi serupa dialami Eder Militao, Ferland Mendy, hingga Raul Asencio yang harus menepi dari lapangan hijau. Situasi tim semakin menantang dengan kondisi fisik Aurelien Tchouameni dan Endrick yang belum mencapai level kebugaran ideal.
Namun, keterbatasan tersebut tidak meredam efektivitas Madrid di awal laga. Memanfaatkan dua kesalahan fatal lini belakang Inter dalam 25 menit pertama, mereka mampu memimpin dua gol dengan cepat.
Gol pembuka lahir melalui Kylian Mbappe yang memanfaatkan operan meleset Curtis Jones. Tidak berselang lama, Federico Valverde memperlebar jarak setelah sukses mencuri bola dari kiper Josep Martinez yang mencoba melakukan dribel di area terlarang.
Mourinho mengakui kemenangan ini memberikan kepuasan bagi timnya untuk mengawali kompetisi Eropa. Meski begitu, ia menyoroti bahwa intensitas laga lebih cocok bagi penonton netral daripada bagi pelatih yang duduk di bangku cadangan.
Ia menegaskan bahwa timnya sebenarnya memiliki peluang emas untuk mengunci kemenangan lebih awal. Secara teknis, Madrid dinilai seharusnya mampu unggul dengan selisih tiga gol sebelum babak pertama berakhir.
Ketangguhan lini tengah Inter Milan diakui Mourinho sebagai kendala tersendiri dalam memberikan tekanan. Pola permainan lawan yang bertahan cukup dalam sempat membuat anak asuhnya kesulitan menekan secara konstan.
Kendati demikian, peluang emas lewat Jude Bellingham maupun kesempatan yang dimiliki pemain Inter membuat laga tetap terbuka hingga peluit panjang berbunyi. Mourinho menyebut atmosfer di lapangan benar-benar tidak terkendali bagi kedua pelatih.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor














