Bitcoin Tertahan di Level US$80.000, Investor Pantau Kebijakan Suku Bunga The Fed

Harga Bitcoin saat ini terpantau bergerak dalam rentang sempit antara US$79.000 hingga US$81.000 setelah gagal menembus angka psikologis US$80.000.
Situasi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi rotasi aset di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat.
Data pasar berjangka CME FedWatch mencatat probabilitas kenaikan suku bunga pada September berada di angka 57 persen. Angka tersebut menjadi indikator utama yang membebani aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Kondisi pasar kini menghadapi dua tekanan besar, yakni perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dan sinyal aktivitas dari para pemain besar atau whale di pasar kripto.
Seorang analis pasar menyatakan bahwa situasi ini tidak boleh dianggap sebagai konsolidasi biasa. Fokus investor kini tertuju pada volume perdagangan, valuasi, dan struktur harga di pasar global.
Meskipun terdapat aksi pembelian dalam jumlah besar oleh korporasi dengan strategi treasury, hal tersebut belum menjamin lonjakan harga dalam jangka pendek.
Investor disarankan menahan diri untuk tidak terburu-buru mengejar harga di area resistance saat ini. Strategi menunggu konfirmasi arah pasar dinilai jauh lebih bijak daripada mengambil risiko yang tidak perlu.
Jika Bitcoin mampu menembus level resistansi dengan volume kuat dan menjadikannya sebagai lantai harga baru, momentum bullish berpotensi berlanjut.
Sebaliknya, kegagalan menembus batas tersebut akan memicu tekanan jual dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam bagi para pembeli.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)

