Apple Intelligence Segera Meluncur di China Desember Ini Tanpa Fitur Siri AI

Apple berencana merilis sistem kecerdasan buatan mereka, Apple Intelligence, di pasar China mulai Desember mendatang. Langkah ini menjadi babak baru bagi raksasa teknologi asal Cupertino tersebut setelah melalui proses negosiasi regulasi yang cukup panjang.
Peluncuran ini akan dilakukan melalui pembaruan sistem operasi iOS 27.3. Pengguna di China akan mendapatkan akses ke berbagai fitur unggulan, namun beberapa kemampuan kunci justru tidak disertakan.
Salah satu fitur yang paling dinanti namun absen adalah Siri berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, alat pembuat gambar internal milik Apple serta beberapa fitur pembuatan teks tertentu juga akan dibatasi dalam aplikasi bawaan di wilayah tersebut.
Keputusan ini diambil mengingat ketatnya aturan lokal mengenai konten hasil kecerdasan buatan dan penilaian keamanan data. Di China, setiap penyedia layanan teknologi wajib melalui proses pendaftaran algoritma yang cukup kompleks sebelum produk AI dapat beroperasi secara komersial.
Apple dilaporkan telah mendapatkan persetujuan untuk menggunakan model AI milik Alibaba guna menggerakkan sistem Apple Intelligence mereka. Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi pemerintah setempat yang mengharuskan penggunaan teknologi AI lokal untuk layanan tertentu.
Meskipun Siri AI absen, pengguna tetap bisa menikmati fitur pendukung produktivitas lainnya. Daftar fitur yang akan hadir mencakup Genmoji untuk pembuatan emoji khusus, ringkasan notifikasi berbasis AI, serta perangkat penulisan yang membantu menyunting teks.
Terdapat pula fitur Clean Up di aplikasi Foto yang memungkinkan pengguna menghapus objek yang tidak diinginkan dalam gambar secara instan. Meski fitur-fitur ini dianggap canggih, sejumlah analis mempertanyakan apakah kehadirannya cukup kuat untuk menarik minat konsumen China yang sudah dibanjiri produk serupa dari vendor lokal.
Produsen ponsel pintar asal China saat ini telah lebih dulu mengintegrasikan kemampuan AI pada perangkat mereka dengan dukungan fitur bahasa yang sangat lokal. Hal ini menciptakan persaingan pasar yang sangat ketat bagi perangkat iPhone.
Situasi ini memiliki kemiripan dengan kendala yang dihadapi Apple di Eropa. Perusahaan saat ini masih terus berupaya menjalin komunikasi konstruktif dengan Uni Eropa agar fitur Siri AI bisa segera hadir bagi pengguna di kawasan tersebut setelah sempat tertunda oleh masalah regulasi yang serupa.
Kehadiran Apple Intelligence di pasar China diharapkan mampu mendongkrak daya saing iPhone setelah peluncuran model terbaru pekan depan. Keberhasilan Apple dalam menyesuaikan produknya dengan aturan lokal akan menjadi penentu seberapa besar pangsa pasar yang mampu mereka raih kembali.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











