Aturan Verifikasi Developer Android Baru Resmi Diberlakukan

Google secara resmi memberlakukan aturan baru mengenai verifikasi developer aplikasi di Android, yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan platform. Kebijakan ini mulai diterapkan pada 30 September, dengan pengguna di empat negara menjadi yang pertama merasakan dampaknya.
Langkah ini menggarisbawahi perubahan signifikan pada filosofi keterbukaan Android. Jika sebelumnya pengguna memiliki kebebasan absolut untuk mengunduh dan menginstal aplikasi dari sumber manapun, kini Google mulai menambahkan lapisan verifikasi yang sebelumnya tidak ada.
Peraturan baru ini secara khusus berlaku untuk perangkat bersertifikat yang menjalankan sistem operasi Android 7 atau yang lebih baru. Aplikasi yang diinstal melalui toko aplikasi yang berpartisipasi wajib terdaftar pada developer yang terverifikasi. Daftar awal toko aplikasi yang terdampak meliputi Google Play Store, Galaxy Store, HONOR App Market, OPPO App Market, Xiaomi GetApps, vivo V-Appstore, dan Palm Store milik Transsion.
Meskipun belum berlaku secara global, Google berencana untuk meluncurkan kebijakan ini ke seluruh dunia pada tahun depan. Setelah peluncuran global selesai, pengguna tidak akan dapat dengan mudah menginstal aplikasi dari developer yang tidak terverifikasi di luar toko aplikasi yang disebutkan. Google telah memulai implementasi alur instalasi lanjutan (advanced sideloading flow) yang dikritik karena menyulitkan pengguna yang ingin menginstal aplikasi dari sumber tak dikenal.
Alur baru ini sengaja dirancang agar merepotkan. Pengguna harus mengaktifkan opsi di menu 'Developer Options', melakukan otentikasi, me-restart ponsel, dan menunggu selama 24 jam sebelum dapat melanjutkan instalasi aplikasi dari sumber eksternal. Setelah periode penantian, pengguna dapat memilih untuk mengizinkan instalasi dari developer yang tidak terverifikasi selama tujuh hari atau selamanya.
Sebagai catatan, instalasi melalui ADB (Android Debug Bridge) tetap dikecualikan dari masa tunggu ini.
Google menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menekan peredaran aplikasi berbahaya yang kerap menjebak korban melalui tekanan untuk mengunduh perangkat lunak jahat. Namun, banyak penggemar Android yang merasa keberatan, menganggap kebijakan ini berlebihan dan justru mengurangi keterbukaan ekosistem Android. Hasil survei yang dilakukan oleh Android Authority sebelumnya menunjukkan 82% responden menilai pendekatan ini sebagai langkah yang berlebihan atau mengurangi sifat terbuka Android.
Bagi pengguna di Amerika Serikat, kebijakan ini tidak berdampak langsung saat ini. Namun, uji coba di empat negara tersebut merupakan indikator penting mengenai arah perubahan kebijakan Google di masa depan. Rencananya, Google akan memperluas verifikasi developer secara global di seluruh perangkat Android bersertifikat pada tahun 2027, menjadikan gelombang awal ini sebagai pratinjau penting dari arah kebijakan tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor










