Di sisi lain, model Astra dari OpenAI memiliki ciri khas yang berbeda dalam menyusun argumen. Astra sering menggunakan ungkapan dimensi lain saat membahas suatu subjek dan cenderung berhati-hati dalam membuat klaim dengan menambahkan frasa dapat memberikan atau mungkin memberikan manfaat tertentu.
Praktik korektif atau corrective framing menjadi salah satu pola yang sangat menonjol pada model Astra. Mereka sering mendefinisikan suatu topik dengan pola bukan sekadar X atau menawarkan alternatif alih-alih mengandalkan X yang muncul lebih dari 100 kali lebih sering dibandingkan gaya bahasa manusia.
Industri teknologi sebenarnya telah berupaya keras untuk menghilangkan penggunaan tanda baca yang dianggap sebagai ciri khas mesin. Data menunjukkan bahwa Opus 5.5 telah mengurangi penggunaan em-dash sebesar 99 persen, sedangkan Gemini 3.1 Pro hampir menghilangkan tanda baca tersebut sepenuhnya dari tulisan mereka.
Namun, Greg Druck berpendapat bahwa penghapusan ciri khas lama tidak serta merta membuat konten AI menjadi sempurna. Setiap model baru justru cenderung memunculkan pola kebiasaan unik lainnya yang menggantikan pola lama sehingga deteksi tetap bisa dilakukan.
Hal ini menimbulkan tantangan besar bagi pengembang yang mengklaim bahwa model terbaru mereka sudah berkomunikasi secara lebih alami. Tantangan tersebut muncul karena model bahasa saat ini merupakan sistem raksasa dengan miliaran parameter sehingga kontrol penuh atas gaya bahasa menjadi sangat sulit dilakukan oleh para pengembang.