Banjir Bandang Terjang Solok Sumatera Barat, Satu Warga Meninggal Dunia

Bencana banjir bandang menerjang wilayah Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam. Musibah ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang masif di kawasan tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi curah hujan dengan intensitas tinggi sebagai pemicu utama bencana ini. Catatan stasiun pengamatan menunjukkan curah hujan mencapai 94 milimeter per hari di sekitar wilayah Solok saat kejadian.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa sistem peringatan dini telah memberikan informasi mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat. Dinamika atmosfer harian memang menunjukkan anomali yang perlu diwaspadai oleh masyarakat setempat.
Satu warga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan. Selain korban jiwa, terdapat satu warga yang mengalami luka berat serta tiga orang lainnya menderita luka ringan akibat terjangan material lumpur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 32 jiwa dari sembilan keluarga harus meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dan penanganan darurat terus dilakukan oleh otoritas terkait di lokasi kejadian.
Kerusakan fisik terpantau cukup luas, mencakup sekitar 100 unit rumah warga dan berbagai sarana publik lainnya. Banjir juga menyebabkan dua kantor pemerintahan mengalami kerusakan berat, sedangkan sembilan kantor lainnya mengalami kerusakan ringan.
Jalur transportasi utama Arosuka lumpuh setelah sebuah jembatan vital terputus diterjang arus air yang deras. Fasilitas kesehatan di sekitar lokasi juga terdampak, sehingga akses layanan medis masyarakat menjadi terbatas.
Tim BPBD Kabupaten Solok bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat kini berfokus pada upaya pencarian korban hilang dan pembersihan badan jalan. Material lumpur yang menutup akses jalan menjadi kendala utama dalam distribusi bantuan ke area terdampak.
Kondisi geografis Kabupaten Solok yang berbukit memang meningkatkan kerentanan wilayah terhadap ancaman banjir bandang dan tanah longsor saat musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini dari kanal resmi pemerintah.
Dampak bencana ini dipastikan akan memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian yang menjadi tumpuan utama penduduk lokal. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan perbaikan infrastruktur untuk memulihkan akses mobilitas warga.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)


