Solana Foundation Luncurkan Program Solana DvP untuk Percepat Transaksi Keuangan

Solana Foundation resmi memperkenalkan Solana DvP, sebuah program penyelesaian keuangan berbasis sumber terbuka yang dirancang khusus bagi lembaga perbankan dan institusi keuangan.
Teknologi ini bertujuan memangkas durasi penyelesaian sekuritas yang semula membutuhkan waktu satu hingga dua hari kerja menjadi hitungan detik saja. Melalui mekanisme pengiriman versus pembayaran atau delivery-versus-payment, aset dan dana akan ditransfer dalam satu transaksi tunggal yang bersifat atomik, yakni transaksi akan tuntas sepenuhnya atau tidak terjadi sama sekali.
Inovasi ini menyediakan antarmuka pemrograman aplikasi atau API sumber terbuka yang dapat digunakan kembali oleh institusi tanpa perlu membangun kontrak pintar secara mandiri dari awal. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional di pasar modal global dengan mengurangi kompleksitas sistem saat ini.
Rhodel D’Souza, pimpinan pasar aset digital di JPMorgan, menyatakan bahwa standar penyelesaian seperti ini merupakan infrastruktur fundamental yang dibutuhkan pelaku pasar untuk beroperasi dalam skala besar. Menurutnya, teknologi ini mampu meminimalisasi risiko penyelesaian serta eksposur terhadap lawan transaksi secara efektif.
JPMorgan sendiri turut memberikan masukan terkait praktik penyelesaian dan kebutuhan institusional selama proses pengembangan program tersebut. Keterlibatan bank besar seperti JPMorgan menandai pergeseran minat sektor perbankan konvensional dalam mengadopsi teknologi buku besar terdistribusi untuk mempercepat arus kas.
Upaya untuk mempercepat penyelesaian keuangan melalui infrastruktur blockchain saat ini memang tengah menjadi tren di industri finansial. Pada Juni 2025, kolaborasi antara Chainlink, Kinexys dari JPMorgan, dan Ondo Finance telah berhasil menyelesaikan uji coba DvP lintas jaringan yang melibatkan dana perbendaharaan Amerika Serikat yang ditokenisasi.
Inisiatif serupa juga terlihat pada Senin lalu ketika perusahaan induk Kraken, Payward, menjalin kemitraan strategis dengan Singapore Gulf Bank. Kerja sama tersebut memungkinkan penyelesaian dolar AS selama 24 jam penuh untuk klien institusi terpilih di kawasan Asia serta wilayah Teluk.
Bagi pasar keuangan Indonesia, adopsi teknologi blockchain untuk penyelesaian transaksi tentu menjadi perhatian menarik di tengah upaya digitalisasi sistem keuangan nasional yang dipimpin oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Efisiensi yang ditawarkan melalui model DvP ini berpotensi mereduksi biaya transaksi secara signifikan di masa mendatang.
Meski masih dalam tahap awal pengembangan infrastruktur, keterlibatan institusi keuangan global menunjukkan tingkat kepercayaan yang meningkat terhadap ekosistem Solana. Para pengembang kini memiliki opsi lebih luas untuk membangun sistem keuangan yang lebih responsif dan transparan bagi pasar global.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












