Blackstone di TechCrunch Disrupt 2026: Kunci Membangun Perusahaan Raksasa AI

Pertumbuhan perusahaan rintisan kecerdasan buatan atau AI kini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan satu generasi sebelumnya. Namun, akselerasi pesat ini membawa tantangan baru terkait kebutuhan modal besar untuk ekspansi infrastruktur.
Para pendiri startup harus membuat keputusan finansial strategis jauh sebelum mereka memahami apakah momentum awal yang diraih akan berubah menjadi bisnis berkelanjutan.
Dalam gelaran TechCrunch Disrupt 2026, Jas Khaira yang menjabat sebagai kepala global Blackstone N1 akan berbagi pandangan mendalam mengenai hal ini. Sesi berjudul Building the Next Generation of AI Giants ini akan mengulas kriteria investor dalam mendukung perusahaan yang mampu mendefinisikan kategori masa depan.
Blackstone merupakan salah satu manajer aset alternatif terbesar di dunia. Mereka kini berada di garda terdepan dalam mengamati ke mana modal harus dialirkan untuk mencetak raksasa teknologi baru.
Peningkatan pendanaan tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan fundamental sebuah perusahaan. Membangun fondasi yang kuat memerlukan keseimbangan antara investasi infrastruktur, akuisisi talenta terbaik, dan strategi pemasaran yang jeli.
Salah satu bukti nyata komitmen investasi mereka adalah kesepakatan senilai USD 600 juta atau sekitar Rp9,4 triliun untuk perusahaan infrastruktur AI asal India, Neysa. Selain itu, mereka terlibat dalam pendanaan senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp23,5 triliun untuk entitas bernama Ode with Anthropic.
Keterlibatan Blackstone memberikan gambaran mengenai cara investor kelas kakap mengevaluasi potensi bertahan sebuah bisnis di tengah sengitnya persaingan teknologi. Mereka melihat lebih dari sekadar angka pertumbuhan jangka pendek.
Bagi Jas Khaira, pemahaman mengenai manajemen modal menjadi pembeda utama antara perusahaan yang sekadar tumbuh cepat dan bisnis yang memiliki ketahanan jangka panjang. Keputusan finansial yang diambil saat ini akan menentukan apakah perusahaan tersebut bisa bertahan di tengah perubahan pasar yang dinamis.
TechCrunch Disrupt 2026 sendiri akan berlangsung pada 13 hingga 15 Oktober di Moscone West, San Francisco. Lebih dari 10.000 peserta, mulai dari pendiri startup hingga investor global, dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.
Selain sesi utama, para hadirin dapat memanfaatkan jaringan luas untuk bertemu dengan mitra potensial. Kesempatan ini menjadi wadah bagi para inovator untuk mendiskusikan tantangan nyata dalam membangun ekosistem teknologi di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









