Bluesky Luncurkan Fitur Algoritmik Baru: Pengguna Kini Bisa Hindari Postingan Viral

Bluesky, platform media sosial terbuka yang dikenal sebagai alternatif populer, baru-baru ini memperkenalkan fitur 'algoritmic opt-out'. Inovasi ini memungkinkan penggunanya mencegah postingan mereka muncul di linimasa utama Discover aplikasi.
Fitur baru ini hadir sehari setelah Bluesky merilis dukungan untuk video berdurasi lebih panjang, menandakan upaya platform dalam meningkatkan kontrol pengguna atas visibilitas konten mereka.
Linimasa algoritmik Discover secara otomatis dapat menampilkan postingan apa pun di jaringan Bluesky, mengingat seluruh unggahan di platform ini bersifat publik secara default.
Perubahan terbaru ini bukan cara untuk menjadikan postingan bersifat pribadi, Bluesky masih berupaya meluncurkan dukungan untuk data privat di tingkat protokol inti.
Pihak Bluesky menyatakan, pengembangan fitur ini dilatarbelakangi fakta bahwa tidak semua penggunanya ingin postingan mereka menjadi viral. Terkadang, orang hanya ingin berbagi konten untuk para pengikut mereka tanpa harus khawatir kata-kata mereka terekspos ke khalayak yang jauh lebih luas.
Untuk tidak lagi menampilkan postingan di linimasa Discover, pengguna dapat mengaktifkan opsi baru di pengaturan 'Privacy and Security' dalam aplikasi.
Perusahaan menyebut bahwa perubahan ini mungkin membutuhkan waktu hingga satu jam untuk sepenuhnya berlaku.
Penting untuk dicatat, implementasi fitur ini oleh Bluesky tidak hanya berlaku di dalam aplikasi mereka sendiri.
Preferensi ini tercatat di tingkat akun, bukan sekadar pengaturan yang hanya berlaku di dalam aplikasi Bluesky. Hal ini berarti pilihan tersebut akan mengikuti pengguna, bahkan jika mereka mengunggah dari aplikasi lain yang didukung oleh protokol dasar yang sama, yaitu AT Proto.
AT Proto adalah protokol terdesentralisasi yang menjadi fondasi Bluesky, memungkinkan interaksi antarberbagai aplikasi yang menggunakannya, dan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk ekosistem media sosial yang lebih terbuka dan dapat dioperasikan.
Namun, meskipun aplikasi lain memiliki akses ke informasi preferensi ini, mereka masih memiliki hak untuk memilih apakah akan menghormati atau tidak pengaturan tersebut. Ini menyoroti tantangan dalam membangun interoperabilitas di lanskap media sosial terdesentralisasi.
Langkah Bluesky ini mencerminkan tren yang berkembang di platform media sosial, di mana pengguna semakin menuntut kontrol lebih besar atas data dan pengalaman daring mereka.
Fitur 'algoritmik opt-out' ini menjadi bagian dari upaya untuk mengembalikan kekuatan kepada pengguna, memberikan mereka kebebasan untuk memilih tingkat paparan konten mereka.
Dengan memberikan opsi untuk menghindari viralisasi paksa, Bluesky menawarkan pendekatan yang berbeda dari platform media sosial dominan lainnya. Ini dapat mendorong lingkungan yang lebih nyaman bagi pengguna yang menginginkan interaksi sosial yang lebih intim dan terkontrol.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor














