Bukan Tentang Siapa yang Bangga Saat Kamu Di Atas, Tapi Siapa yang Menemanimu Saat Kamu Sedang Hancur Lebur

Kamu pasti pernah merasa seolah semua orang menyukaimu saat semuanya berjalan lancar. Rasanya hidup ini mudah, dan orang-orang datang dengan senyum paling manis untuk merayakan pencapaianmu.
Tapi coba ingat kembali hari di mana kamu merasa benar-benar hancur. Saat dunia terasa sangat tidak adil dan kamu tidak punya apa-apa lagi untuk dibanggakan.
Dunia tiba-tiba jadi sunyi. Banyak wajah yang biasanya ada, kini perlahan menjauh karena mereka tidak tahu bagaimana cara berurusan dengan kekacauan yang sedang kamu alami.
Jangan Cari yang Suka Kelebihanmu
Memang menyenangkan rasanya dipuji karena keberhasilan atau kelebihan yang kamu punya. Semua orang bisa melakukan itu, bahkan orang asing di media sosial pun bisa memberikan tepuk tangan untuk kesuksesanmu.
Namun, masalahnya adalah apakah mereka tetap bertahan saat melihat sisi gelapmu. Banyak orang hanya ingin jadi bagian dari kemenanganmu, tapi mereka akan lari terbirit-birit saat melihatmu menangis atau melakukan kesalahan besar yang membuatmu merasa tidak berharga.
Kamu tidak butuh penggemar yang hanya memujamu di saat kamu tampil sempurna. Kamu butuh seseorang yang melihat semua keburukanmu, semua kekurangan yang ingin kamu sembunyikan, tapi tetap memilih untuk memelukmu dengan erat tanpa banyak bertanya.
Lihat Siapa yang Masih Bertahan
Saat kamu jatuh ke titik terendah, kamu akan melihat daftar temanmu menyusut dengan drastis. Itu memang menyakitkan, tapi sebenarnya itu cara alam semesta menunjukkan siapa yang benar-benar peduli padamu.
Orang yang tepat bukan mereka yang menuntutmu untuk selalu tampil tangguh. Mereka adalah orang yang membiarkanmu berantakan sejenak, duduk di sampingmu dalam diam, dan mengingatkanmu bahwa kamu tetap layak dicintai meskipun sedang dalam kondisi paling buruk.
Berhentilah membuang energimu untuk mencari validasi dari orang-orang yang hanya mau melihat sisi terangmu saja. Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk mendapatkan tempat di hati seseorang yang memang tulus menyayangimu.
Kamu Sudah Cukup Apa Adanya
Memang berat saat menyadari bahwa orang yang selama ini kamu banggakan ternyata tidak ada saat kamu benar-benar butuh dukungan. Rasanya seperti dikhianati oleh ekspektasi yang kamu bangun sendiri tentang kesetiaan.
Tapi sadarilah, jika dia pergi saat kamu sedang terjatuh, itu bukan salahmu. Itu artinya dia memang tidak pernah benar-benar mencintai dirimu, dia hanya mencintai versi dirimu yang menguntungkan baginya.
Tarik napas dalam-dalam dan berterima kasihlah pada keadaan yang sudah menyaring orang-orang di hidupmu. Kamu layak mendapatkan seseorang yang tidak takut dengan lukamu, seseorang yang justru merasa bahwa kekuranganmu adalah alasan baginya untuk memelukmu lebih erat lagi.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)


