
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat atau CFTC kini berupaya membawa bursa kripto di bawah kendali pengawasan federal yang lebih ketat melalui kerangka regulasi baru.
Langkah ini diambil menyusul kegagalan pengesahan Clarity Act di Senat bulan lalu yang sedianya menjadi landasan hukum utama bagi aktivitas kripto di Amerika Serikat.
CFTC telah menerbitkan pemberitahuan awal terkait usulan aturan yang membuka ruang bagi publik untuk memberikan tanggapan selama 60 hari ke depan.
Rencana ini bertumpu pada ketentuan Undang-Undang Dodd-Frank tahun 2010 yang mengharuskan perdagangan komoditas ritel dengan sistem margin atau pembiayaan dilakukan melalui bursa resmi terdaftar.
Ketua CFTC, Michael Selig, menyatakan bahwa regulasi ini dirancang untuk mencegah potensi penipuan seperti yang terjadi pada kasus bursa kripto FTX. Mereka ingin bergeser dari metode penindakan setelah kejadian menuju mekanisme pencegahan sejak awal.
Usulan tersebut mencakup dua kerangka utama yaitu Regulation CTX untuk transaksi aset kripto dan Regulation CAM untuk pasar aset kripto.
Di bawah Regulation CTX, pihak regulator akan menafsirkan aturan secara luas terkait penawaran leverage atau daya ungkit kepada konsumen ritel. Praktik ini mencakup perdagangan aset yang disimpan di bursa, bukan di dompet digital milik pengguna secara mandiri.
Bursa kripto dapat menghindari pengawasan federal hanya jika terjadi pengiriman aktual, yang menurut CFTC mengharuskan pengguna memegang kunci privat aset mereka sendiri. Protokol perdagangan on-chain yang langsung mengirim token ke dompet pengguna dinilai sudah memenuhi kriteria ini.
Selanjutnya, Regulation CAM akan menciptakan lisensi khusus pasar aset kripto sebagai versi modifikasi dari status pasar kontrak yang berlaku di bursa berjangka. Seluruh perdagangan nantinya harus melalui pedagang komisi berjangka yang tunduk pada aturan anti-pencucian uang yang ketat.
Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk kritik terhadap pendekatan masa lalu lembaga tersebut yang dianggap terlalu bergantung pada penindakan hukum langsung terhadap perusahaan seperti Kraken dan Uniswap.
Pihak bursa yang tidak menawarkan layanan leverage masih diperbolehkan beroperasi di bawah lisensi pengirim uang negara bagian. Namun, CFTC kini mulai mempertimbangkan persyaratan bukti cadangan aset bagi seluruh entitas bursa.
Proses ini menunjukkan persaingan regulasi di tingkat federal, mengingat Komisi Sekuritas dan Bursa atau SEC juga sedang menyusun aturan serupa melalui Regulation Crypto Assets. Pengawasan ketat ini menjadi sinyal bahwa era kebebasan mutlak bagi bursa kripto di Amerika Serikat akan segera berakhir.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor