Chivu Tenang, Inter Milan Diyakini Tetap Produktif Meski Tumpul Lawan Real Madrid di Liga Champions

Inter Milan harus menelan pil pahit kekalahan saat menghadapi Real Madrid di ajang Liga Champions musim 2026-2027. Skuad Nerazzurri takluk tipis 1-2 di markas lawan, Estadio Santiago Bernabéu, pada Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Namun, pelatih Cristian Chivu tampak tidak terlalu khawatir dengan hasil minor tersebut, terutama terkait efektivitas serangan timnya.
Kekalahan Inter Milan ini disinyalir tak lepas dari kombinasi blunder di lini pertahanan serta kegagalan para penyerang dalam memaksimalkan sejumlah peluang emas di depan gawang.
Secara statistik, Inter Milan sebenarnya menunjukkan dominasi yang signifikan dalam pertandingan. Mereka mampu melepaskan total 21 tembakan ke arah gawang lawan. Jumlah ini jauh lebih banyak, unggul lima tembakan dari yang dicatatkan oleh Real Madrid.
Dari total 21 percobaan tembakan tersebut, hanya tujuh di antaranya yang mengarah tepat ke gawang Los Blancos. Lebih ironis, hanya satu dari tujuh tembakan tepat sasaran itu yang berhasil dikonversi menjadi gol. Sementara enam tembakan lain yang dilepaskan para pemain La Beneamata berhasil digagalkan dengan gemilang oleh kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, yang tampil perkasa di bawah mistar.
Kegagalan menaklukkan Courtois sebanyak enam kali ini tentu saja memicu alarm soal ketajaman dan kemampuan para pemain I Nerazzurri dalam menuntaskan peluang. Ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih.
Menanggapi tumpulnya para pemain Inter Milan di depan gawang, Cristian Chivu memilih bersikap tenang. Ia sama sekali tidak panik dengan statistik yang kurang menguntungkan tersebut.
Chivu memiliki alasan kuat di balik ketenangannya. Ia menyoroti rekam jejak mentereng anak asuhnya pada musim kompetisi sebelumnya. Pada musim 2025-2026, Inter Milan terbukti sangat produktif dengan berhasil mencetak total 119 gol di segala ajang.
Jumlah 119 gol itu mencakup penampilan tim di Serie A, Coppa Italia, serta Liga Champions, menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol sepanjang musim. Angka ini juga menegaskan kapabilitas tim untuk menciptakan dan menyelesaikan banyak peluang.
Dengan bekal rekam jejak gemilang tersebut, Chivu merasa kegagalan mencetak gol lebih banyak ke gawang Madrid hanyalah sebuah "hari yang buruk" bagi timnya, bukan indikasi masalah fundamental.
Liga Champions dikenal sebagai kompetisi yang brutal, di mana setiap tim dituntut untuk memiliki efisiensi maksimal. Meskipun Inter Milan dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, kekalahan ini mengingatkan bahwa faktor konversi peluang seringkali menjadi penentu akhir.
Hasil di Bernabéu ini tentu akan sedikit mempengaruhi posisi Inter Milan dalam perburuan tiket lolos dari fase grup yang ketat. Tim harus segera berbenah untuk pertandingan selanjutnya demi menjaga asa mereka di kompetisi paling bergengsi Eropa ini.
Di sisi lain, kemenangan Real Madrid dengan tembakan yang lebih sedikit justru menyoroti efisiensi mereka dalam memanfaatkan setiap kesempatan. Ini adalah cerminan dari mentalitas juara yang dimiliki Los Blancos, di mana mereka mampu tampil efektif meski tidak selalu dominan.
Tugas Cristian Chivu kini adalah memastikan para pemain tidak larut dalam kekecewaan. Ia perlu mengembalikan kepercayaan diri lini serang timnya. Latihan dan evaluasi intensif akan menjadi kunci untuk mempertajam naluri gol yang sempat tumpul.
Momen buruk seperti ini sering terjadi dalam sepak bola. Namun, bagaimana sebuah tim bereaksi terhadapnya akan menentukan perjalanan mereka selanjutnya. Inter Milan, di bawah asuhan Chivu, diharapkan mampu bangkit lebih kuat.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








