Shapiro melihat momentum positif pada sepak bola Amerika Serikat, mulai dari dampak penyelenggaraan Piala Dunia hingga lonjakan minat partisipasi kaum muda. Dia berencana menjadikan Audi Field sebagai tempat pameran langsung bagi portofolio perusahaan yang ia kelola.
Bayangkan, perangkat kebugaran Whoop yang mereka danai bisa digunakan oleh para penggemar di stadion atau minuman Olipop tersedia di gerai konsumsi pertandingan. Stadion tersebut akan berfungsi sebagai saluran distribusi bagi produk-produk yang didukung oleh firma mereka.
Strategi ini memanfaatkan kepadatan lalu lintas manusia di stadion sebagai sarana pemasaran yang nyata. Di era di mana kecerdasan buatan membuat segala sesuatu terasa digital, pengalaman langsung di stadion justru menjadi barang mewah yang kian berharga.
Kenaikan nilai klub sepak bola pun menjadi faktor yang memperkuat argumen investasi ini. Sebagai catatan, valuasi D.C. United tercatat melonjak tajam dari USD 35 juta pada tahun 2008 menjadi sekitar USD 785 juta atau setara Rp12,2 triliun saat ini.
Kenaikan valuasi ini didorong oleh kepemilikan aset properti di sekitar stadion dan pertumbuhan ekosistem Major League Soccer secara keseluruhan. Meski demikian, setiap transaksi ini masih harus melewati tahap persetujuan resmi dari pihak liga.