Como 1907 Beri Tiket Gratis ke Suporter Lansia Jelang Debut Liga Champions

Klub Serie A asal Italia, Como 1907, membuat gestur yang menghangatkan hati bagi komunitas pendukung mereka menjelang debut bersejarah di Liga Champions.
Manajemen klub memutuskan untuk membagikan lebih dari 40 tiket pertandingan secara cuma-cuma kepada para pendukung lanjut usia yang telah menginjak usia 70 tahun ke atas. Tiket ini diberikan khusus untuk menyaksikan laga perdana Como melawan RB Leipzig pada Jumat (11/9/2026) mendatang.
Pertandingan yang bakal digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia ini menjadi momen paling dinanti dalam 119 tahun sejarah klub berdiri. Setelah berhasil menembus posisi empat besar pada musim Serie A 2025-26, Como akhirnya merasakan kompetisi paling prestisius di Eropa ini.
Dalam upaya merangkul komunitas lokal, pihak klub bahkan melakukan jemput bola kepada beberapa penerima tiket, termasuk Mario Pozzetti yang berusia 90 tahun. Pria sepuh yang tinggal di pinggiran kota tersebut adalah salah satu pendukung setia yang kini berkesempatan hadir di stadion.
Selain Pozzetti, sosok Bruno Mandaglio yang berumur 78 tahun juga masuk dalam daftar penerima tiket istimewa ini. Mandaglio dikenal oleh warga setempat sebagai sosok yang tetap bugar dan rutin mengayuh sepeda menuju stadion untuk mendukung tim kebanggaannya.
Kebiasaan bersepeda yang dilakoni Mandaglio seolah mencerminkan gaya hidup mayoritas penduduk di kawasan tersebut. Berdasarkan data dari badan statistik nasional Italia, Istituto Nazionale di Statistica, angka harapan hidup rata-rata penduduk di kota Como tercatat mencapai 84,4 tahun.
Kondisi fisik yang prima di usia senja dipengaruhi oleh kombinasi antara aktivitas fisik, asupan nutrisi seimbang, serta manajemen stres yang baik. Pakar kedokteran umur panjang, dr. David Barzilai, menjelaskan bahwa pergerakan rutin merupakan kunci kesehatan sistemik.
Menurut Barzilai, pergerakan tubuh meningkatkan fungsi sistem biologis, mulai dari sensitivitas insulin hingga kepadatan tulang yang krusial bagi lansia. Bugar secara kardiorespirasi pun menjadi salah satu indikator terkuat dalam memprediksi umur panjang seseorang.
Pakar tersebut menyarankan kombinasi latihan beban dua kali sepekan dengan durasi aktivitas aerobik sedang sekitar 150 menit setiap minggunya. Rutinitas sederhana pun diyakini memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.
Barzilai menekankan bahwa gerakan sederhana dalam keseharian memiliki dampak nyata bagi metabolisme. Ia menyarankan masyarakat untuk menghindari posisi duduk terlalu lama dengan menyisipkan aktivitas fisik ringan setiap beberapa menit.
Jeda singkat untuk bergerak selama dua hingga tiga menit terbukti dapat memperbaiki respons glukosa dalam darah. Selain itu, kebiasaan ini secara efektif membantu menjaga kestabilan tekanan darah bagi mereka yang beraktivitas sepanjang hari.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor













