Cristiano Ronaldo Dijatuhi Sanksi 30 Hari oleh Federasi Sepak Bola Portugal

Federasi Sepak Bola Portugal atau FPF resmi menjatuhkan sanksi skors selama 30 hari kepada kapten tim nasional mereka, Cristiano Ronaldo. Keputusan ini diambil setelah sang megabintang berusia 41 tahun tersebut meninggalkan pemusatan latihan tim nasional secara sepihak tanpa mengantongi izin dari staf pelatih pada jeda internasional bulan September lalu.
Selain skors yang berlaku surut sejak 30 September 2026, Ronaldo juga dikenakan denda administratif sebesar 255 euro atau setara dengan Rp4,3 juta. Besaran denda ini merupakan standar internal federasi atas pelanggaran kode etik pemain selama masa persiapan pertandingan resmi.
Hukuman tersebut dipastikan tidak akan memengaruhi partisipasi Ronaldo dalam agenda UEFA Nations League pada November mendatang. Sifat hukuman yang berlaku surut memungkinkan penyerang veteran ini tetap tersedia saat Portugal dijadwalkan menghadapi Denmark dan Wales dalam lanjutan kompetisi antarnegara Eropa tersebut.
UEFA Nations League merupakan turnamen sepak bola liga bagi negara-negara anggota UEFA yang bertujuan menggantikan laga uji coba internasional dengan kompetisi yang lebih kompetitif. Ketidakhadiran Ronaldo dalam laga krusial sebelumnya sempat memicu perdebatan mengenai masa depannya di tim nasional.
Konflik internal ini bermula dari perselisihan antara Ronaldo dengan pelatih kepala timnas Portugal, Jorge Jesus. Ketegangan memuncak ketika sang pemain merasa tidak mendapat menit bermain yang dijanjikan setelah diminta melakukan pemanasan intensif saat laga menghadapi Norwegia.
Keputusan meninggalkan kamp pelatihan dilakukan Ronaldo sebagai bentuk protes atas perlakuan tersebut. Dewan Disiplin FPF lantas memproses tindakan ini berdasarkan Pasal 160 ayat 1 peraturan disipliner federasi yang melarang keras tindakan indisipliner pemain.
Sebelum vonis dijatuhkan, pemilik lima gelar Ballon dOr tersebut telah merilis pernyataan resmi kepada publik. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada rekan setim dan suporter, sekaligus mengakui bahwa pilihannya meninggalkan tim memiliki konsekuensi yang harus ia tanggung.
Ronaldo secara terbuka meminta otoritas sepak bola Portugal memberikan hukuman yang adil. Namun, ia tidak ragu mengkritik gaya kepemimpinan Jorge Jesus dalam mengelola dinamika skuad selama masa persiapan pertandingan internasional.
Proses investigasi disipliner ini sebenarnya sudah berjalan sejak pertengahan Oktober lalu. Sempat muncul kekhawatiran bahwa Ronaldo akan menerima hukuman yang jauh lebih berat, dengan ancaman larangan membela negara selama enam bulan.
Namun, pihak federasi memilih langkah moderat demi menjaga stabilitas tim. Presiden FPF, Pedro Proença, menegaskan bahwa federasi masih mengharapkan kontribusi Ronaldo setelah masa hukuman ini berakhir.
Pelatih Jorge Jesus pun memberikan isyarat serupa mengenai keberlangsungan karier internasional sang pemain. Selama Ronaldo masih menunjukkan performa kompetitif di level klub dan memiliki keinginan kuat membela negara, pintu tim nasional dipastikan tetap terbuka lebar baginya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564420/original/004586000_1776939924-Luis_Enrique.jpg)











