Bitmine Borong Ethereum Rp463 Miliar, Target 5% Makin Dekat

Perusahaan teknologi Bitmine Immersion Technologies terus melanjutkan strategi pembelian Ethereum mingguan mereka, baru-baru ini menambah 12.535 ETH senilai sekitar Rp463 miliar (USD 30 juta). Pembelian ini dilakukan di tengah koreksi harga aset kripto secara luas, sekaligus mendekati rampungnya fase akumulasi aset digital tersebut.
Saat ini, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek New York (NYSE) tersebut menguasai total 6.041.481 ETH. Berdasarkan harga referensi USD 2.365 per koin, kepemilikan ini bernilai kurang lebih Rp33,8 triliun (USD 14,3 miliar). Jumlah tersebut merepresentasikan 4,9% dari total pasokan Ethereum yang beredar, yang mencapai 122,1 juta koin.
Menurut kalkulasi internal Bitmine, langkah ini berarti mereka telah mencapai 99% dari target ambisius untuk menguasai 5% suplai Ethereum. Target yang dijuluki "Alchemy of 5%" ini diupayakan tercapai dalam kurun waktu 15 bulan saja.
Strategi pembelian Ethereum setiap minggu ini telah berlangsung tanpa henti sejak Bitmine meluncurkan strategi perbendaharaannya pada 30 Juni 2025. Ketua Tom Lee sendiri telah menyatakan bahwa perusahaan hampir menyelesaikan fase pengumpulan aset dan akan menghentikan pembelian setelah ambang batas 5% tercapai.
Namun, pembelian terbaru ini membuat posisi Bitmine terlihat merugi di atas kertas. Hal ini merupakan konsekuensi dari sebagian besar asetnya yang diakumulasi pada tahun lalu saat harga ETH masih jauh lebih tinggi. Kini, harga Ethereum diperdagangkan di bawah level puncaknya.
Lee mengaitkan pelemahan harga terkini dengan menyempitnya selera risiko pasar secara umum. Ia menyoroti kecemasan terkait pendanaan kecerdasan buatan (AI) dan keamanan modelnya, eskalasi ketegangan AS-Iran, kekhawatiran menjelang pemilihan umum sela, serta kenaikan imbal hasil obligasi global.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor















