Daftar Gunung Api Aktif Terbesar dan Paling Berbahaya di Dunia

Gunung api aktif menyimpan potensi alam yang luar biasa sekaligus ancaman nyata bagi ekosistem di sekitarnya.
Aktivitas vulkanik tersebut memiliki kemampuan memengaruhi perubahan iklim global dalam jangka panjang, selain dampak langsung terhadap lingkungan di kaki gunung. Meski terkadang dianggap sebagai destinasi wisata, pemahaman mengenai status gunung api menjadi urgensi bagi masyarakat dunia.
Klasifikasi gunung api terbesar tidak hanya mengacu pada ketinggian dari permukaan laut semata.
Para ahli vulkanologi mempertimbangkan volume total tubuh gunung serta luas area yang terdampak aktivitas vulkanik. Di bawah ini adalah deretan gunung api aktif yang paling mencolok di dunia.
Mauna Loa di Hawaii memegang predikat sebagai gunung api aktif terbesar di daratan dunia saat ini.
Data dari U.S. Geological Survey (USGS) mencatat ketinggiannya mencapai 4.169 meter di atas permukaan laut. Namun, jika dihitung dari dasar samudra, struktur gunung ini mencapai panjang lebih dari 17 kilometer.
Berbeda dengan Mauna Loa, Nevados Ojos del Salado yang terletak di perbatasan Chili dan Argentina menyandang status sebagai gunung api aktif tertinggi di dunia.
Puncak gunung ini menjulang hingga 6.893 meter di atas permukaan laut. Meskipun terbuka untuk aktivitas pendakian, tantangan fisik yang ekstrem menuntut setiap pendaki untuk memiliki persiapan logistik serta fisik yang sangat matang sebelum memulai perjalanan.
Eropa juga memiliki gunung api aktif yang sangat ikonik, yaitu Gunung Etna di Pulau Sisilia, Italia.
Ketinggiannya tercatat mencapai 3.357 meter di atas permukaan laut. Gunung ini menjadi salah satu entitas vulkanik dengan catatan sejarah erupsi terpanjang di dunia, yakni sejak tahun 1.500 sebelum Masehi.
Kawasan lereng Etna kini menjadi destinasi wisata unik yang menawarkan perpaduan pemandangan lava hitam dan salju.
Pengunjung dapat menggunakan kereta gantung atau bus khusus untuk mendekati kawah puncak dengan pengawasan pemandu resmi. Namun, ancaman erupsi tetap membayangi desa-desa di sekitarnya karena aktivitas vulkanik yang nyaris terjadi setiap tahun.
Sementara itu, Meksiko memiliki Popocatépetl yang dikenal sebagai gunung api paling berbahaya di kawasan Amerika Utara.
Berdiri setinggi 5.426 meter, gunung ini mendapat perhatian ketat dari para ilmuwan karena letaknya yang hanya berjarak 70 kilometer dari padatnya Kota Meksiko. Pemerintah setempat secara tegas melarang segala aktivitas pendakian sejak letusan besar pada tahun 1994.
Pembatasan zona bahaya di sekitar kawah utama dilakukan demi menjamin keselamatan warga di wilayah metropolitan tersebut.
Data vulkanik dari gunung-gunung ini membuktikan bahwa bumi masih menyimpan energi yang sangat besar.
Pemantauan rutin oleh lembaga geologi di setiap negara menjadi garis depan mitigasi bencana. Selain itu, masyarakat global perlu selalu memantau perkembangan status gunung api agar dapat mengantisipasi dampak erupsi secara dini.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)












