Daftar Perusahaan Teknologi Iklim 2026: Inovasi Energi dan Transportasi Masa Depan

MIT Technology Review kembali merilis daftar perusahaan teknologi iklim atau Climate Tech Companies to Watch untuk edisi 2026. Laporan tahunan ini menyoroti berbagai entitas yang dianggap memiliki terobosan signifikan dalam upaya transisi energi global dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Dominasi China dalam sektor teknologi energi menjadi sorotan utama dalam daftar tahun ini. Negara tersebut kini memiliki jaringan listrik terbesar di dunia dengan laju adopsi energi terbarukan yang sangat pesat.
Salah satu pemain kunci yang masuk daftar adalah Envision Energy. Perusahaan ini telah memasang turbin angin dengan kapasitas lebih dari 100 gigawatt secara global serta fasilitas penyimpanan baterai sebesar 50 gigawatt-jam.
Perusahaan China lainnya, WeLion New Energy, tengah memimpin perlombaan pengembangan baterai solid-state. Inovasi mereka diklaim mencapai kepadatan energi sebesar 824 watt-jam per kilogram, atau tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion standar saat ini.
Sementara itu, Amerika Serikat hanya menempatkan tiga perusahaan dalam daftar tersebut. Dua di antaranya mendapatkan dukungan besar dari raksasa teknologi yang tengah berupaya memenuhi kebutuhan daya untuk pusat data atau data center mereka.
Fervo Energy menjadi salah satu sorotan dengan teknologi panas bumi generasi terbaru. Mereka menggunakan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik untuk memastikan energi panas bumi dapat diakses secara efisien di berbagai wilayah, dengan target operasional satu gigawatt pada 2030.
Sektor penyimpanan energi juga menunjukkan pertumbuhan luar biasa seiring dengan meningkatnya kebutuhan daya listrik. Form Energy muncul sebagai pionir baterai besi-udara yang mampu menyediakan penyimpanan energi durasi panjang dengan biaya lebih terjangkau.
Proyek besar Form Energy saat ini melibatkan kerja sama dengan Google untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data. Proyek ini diprediksi menjadi baterai terbesar di dunia dalam hal kapasitas setelah rampung sepenuhnya antara 2028 hingga 2031.
Di sisi lain, perusahaan asal Italia, Energy Dome, menggunakan karbon dioksida terkompresi sebagai media penyimpanan energi. Teknologi ini menjadi alternatif kompetitif dibandingkan baterai lithium-ion untuk kebutuhan durasi pemakaian lebih dari 10 jam.
Perusahaan lain seperti Moment Energy asal Kanada juga memiliki visi unik dalam ekosistem ini. Mereka berfokus mendaur ulang baterai kendaraan listrik bekas untuk dijadikan sistem cadangan daya di tingkat residensial maupun industri.
Meskipun tantangan iklim dan ekonomi masih membayangi, berbagai inovasi dari perusahaan-perusahaan tersebut memberikan optimisme baru bagi dunia. Pengembangan teknologi ini menjadi langkah krusial dalam mengurangi ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil secara berkelanjutan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor













