Daya Tarik Finansial Bikin Liga Turki Jadi Magnet Bintang Dunia

Liga Turki kini semakin menjadi pelabuhan menarik bagi bintang sepak bola dunia, tak lepas dari penawaran finansial yang kompetitif. Kedatangan nama besar seperti Mohamed Salah ke Trabzonspor membuktikan bagaimana Super Lig menawarkan daya tarik baru bagi talenta internasional.
Salah satu alasan utama adalah skema gaji yang dibayarkan "bersih", di mana klub menanggung beban pajak penghasilan pemain. Tawaran gaji Salah senilai £14,5 juta per musim adalah jumlah yang dibawa pulang, setara dengan pendapatan lebih dari £500.000 per minggu di Inggris sebelum bonus.
Seorang agen Turki, Sabu, dikutip mengatakan bahwa uang mereka dibayar bersih karena tidak ada tanggung jawab pajak; klub yang membayarnya. Ini menjadikan Super Lig sebagai pesaing langsung Arab Saudi dalam hal upah bebas pajak yang sangat menggiurkan.
Kehadiran nama-nama lain seperti Mason Greenwood dan Nathan Aké di Fenerbahce, serta Leandro Trossard di Besiktas, semakin menguatkan tren ini. Meskipun empat klub besar Turki memiliki utang gabungan lebih dari €1 miliar, mereka memiliki arus kas yang memungkinkan pembayaran gaji tinggi.
Klub-klub mengamankan dana melalui berbagai strategi, seperti Galatasaray yang menjual lokasi latihan Florya dan hak penamaan stadionnya. Trabzonspor, misalnya, mendanai kesepakatan Salah melalui sponsor Turkish Airlines dan Togg, serta penjualan pemain Christ Inao Oulai.
Fenerbahce juga menunjukkan kekuatan finansialnya berkat dukungan keluarga terkaya di Turki di balik mantan ketuanya, Ali Koc. Pergeseran ini mengubah persepsi Liga Turki dari tempat pensiun pemain menjadi destinasi kompetitif bagi bintang yang mencari paket finansial superior.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor











