
Peta persaingan di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) Indonesia menunjukkan dinamika menarik sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Toyota Avanza berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar, sementara BYD M6 sukses menembus tiga besar, dan Nissan Livina tercatat tidak melakukan distribusi domestik.
Perubahan ini terekam jelas dalam data distribusi dari pabrik ke dealer atau wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Data ini mengindikasikan bahwa persaingan kini tidak hanya melibatkan kendaraan bermesin bensin, melainkan juga semakin dipengaruhi oleh kehadiran model dengan teknologi elektrifikasi.
Toyota Avanza mengukuhkan dominasinya dengan mencatatkan distribusi sebanyak 30.337 unit selama periode Januari hingga September 2026. Angka tersebut menjadikannya model LMPV dengan pengiriman tertinggi di pasar domestik Indonesia.
Di posisi kedua, Toyota Veloz menunjukkan performa kuat dengan distribusi 18.169 unit. Kedua model dari pabrikan Toyota ini secara konsisten berada di puncak daftar penjualan wholesales untuk segmen LMPV.
Selisih jumlah distribusi antara Avanza dan Veloz mencapai 12.168 unit, sebuah jarak yang menandakan kekuatan merek Toyota di kategori ini. Meski demikian, capaian Veloz masih jauh meninggalkan model-model pesaing lainnya.
Perubahan signifikan dalam lanskap persaingan LMPV datang dari BYD M6, MPV asal Tiongkok yang menawarkan pilihan teknologi elektrifikasi. Kombinasi distribusi varian BEV (Battery Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) model ini mencatat total 12.194 unit.
Capaian tersebut menempatkan BYD M6 secara mengejutkan di peringkat ketiga, mengungguli sejumlah model yang telah lebih lama berkompetisi di pasar MPV Indonesia. Kehadiran BYD M6 berhasil menyalip Mitsubishi Xpander dan Hyundai Stargazer yang sebelumnya kuat di posisi ini.
Mitsubishi Xpander membukukan distribusi 11.299 unit, sementara Hyundai Stargazer hanya mencapai 5.042 unit. Dengan demikian, BYD M6 unggul 895 unit atas Xpander, menunjukkan penetrasi yang cepat dan efektif di pasar.
Data wholesales ini, yang mencerminkan pengiriman dari produsen ke dealer, memperlihatkan bahwa persaingan LMPV semakin beragam dan kendaraan elektrifikasi mulai mengambil peran penting. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini belum sepenuhnya menggambarkan jumlah kendaraan yang dibeli langsung oleh konsumen akhir.
Berbanding terbalik dengan dinamika di puncak, Nissan Livina mencatatkan nol unit distribusi domestik sepanjang Januari-September 2026. Berdasarkan laporan Gaikindo, tidak ada satu pun unit model ini yang terkirim ke dealer di Indonesia dalam periode tersebut.
Kondisi ini sangat kontras dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana Nissan Livina masih membukukan distribusi 133 unit. Data 2026 secara jelas menunjukkan adanya pergeseran strategi signifikan pada catatan pengiriman domestiknya.
Meskipun nihil distribusi domestik, aktivitas produksi Nissan Livina ternyata tetap berlangsung. Data produksi Gaikindo hingga September 2026 menunjukkan bahwa model yang berbagi basis dengan Mitsubishi Xpander tersebut terus dirakit di fasilitas PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Cikarang, Jawa Barat.
Akumulasi produksi Nissan Livina di Indonesia selama periode tersebut mencapai 1.622 unit. Angka ini menegaskan bahwa penghentian distribusi domestik tidak lantas berarti penghentian total kegiatan manufakturnya.
Faktanya, seluruh unit Nissan Livina yang diproduksi dalam sembilan bulan pertama 2026 dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan ekspor ke Filipina. Dengan demikian, pabrikan mengarahkan seluruh hasil produksinya ke pasar luar negeri, bukan untuk konsumsi domestik Indonesia.
Suzuki Ertiga juga menghadapi tantangan dalam persaingan segmen LMPV. Model yang pernah menjadi pemain kunci di pasar ini hanya mencatatkan distribusi sebanyak 873 unit selama Januari-September 2026.
Angka ini tergolong sangat rendah bila dibandingkan dengan para pesaingnya. Performa Ertiga menunjukkan penurunan signifikan dari posisinya yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu model penting dalam pasar MPV nasional.
Jika dibandingkan dengan pemimpin pasar, selisih distribusi Suzuki Ertiga terlihat mencolok. Toyota Avanza jauh di depan dengan 30.337 unit, diikuti Toyota Veloz 18.169 unit, dan BYD M6 yang merangsek ke posisi ketiga dengan 12.194 unit dalam periode yang sama.
Secara keseluruhan, data Gaikindo untuk sembilan bulan pertama 2026 menggambarkan sebuah lanskap LMPV yang semakin kompetitif dan bergeser. Toyota Avanza tetap kokoh memimpin, BYD M6 berhasil menembus tiga besar, Nissan Livina fokus penuh pada pasar ekspor, dan Suzuki Ertiga menghadapi tantangan serius dalam persaingan domestik.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor