Dua Kapal Terhantam Serangan Drone di Lepas Pantai Laut Hitam Bulgaria

Dua kapal dilaporkan menjadi target serangan pesawat nirawak atau drone di lepas pantai Laut Hitam, Bulgaria.
Perdana Menteri Rumen Radev mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung di wilayah perairan tersebut. Upaya darurat ini dikerahkan setelah salah satu dari dua kapal yang menjadi sasaran dilaporkan tenggelam.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai asal muasal drone yang melakukan serangan tersebut. Pihak berwenang Bulgaria masih melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi pelaku di balik insiden ini.
Ketegangan di Laut Hitam telah meningkat secara signifikan sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Jalur perairan ini merupakan koridor perdagangan vital bagi negara-negara di kawasan tersebut, terutama untuk ekspor komoditas biji-bijian dunia.
Sebagai konteks, Laut Hitam adalah perairan strategis yang dikelilingi oleh Rusia, Ukraina, Bulgaria, Rumania, Turki, dan Georgia. Keamanan di area ini menjadi perhatian global karena risiko terhadap kapal komersial yang melintasi jalur sibuk tersebut.
Para ahli militer menyebutkan bahwa penggunaan drone laut atau drone udara untuk menyerang target maritim kini menjadi taktik yang semakin sering ditemukan dalam konflik modern. Teknologi ini memungkinkan serangan presisi dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan penggunaan rudal konvensional.
Pemerintah Bulgaria saat ini terus berkoordinasi dengan otoritas maritim setempat guna memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian. Mereka menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi seluruh awak kapal yang masih berada di perairan tersebut.
Kondisi cuaca di Laut Hitam sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat yang bekerja di lapangan. Gelombang yang tidak menentu dan suhu air yang dingin dapat menghambat efektivitas proses pencarian korban yang mungkin terjebak di laut.
Belum ada kepastian mengenai kewarganegaraan kapal yang menjadi korban serangan drone tersebut. Otoritas pelabuhan setempat diperkirakan akan memberikan pernyataan tambahan setelah proses evakuasi dinyatakan rampung sepenuhnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)










