Empat Laga Awal Roberto Mancini Bersama Timnas Italia: Menata Ulang Kejayaan

Timnas Italia kini tengah meniti jalan panjang untuk bangkit di bawah arahan Roberto Mancini. Pelatih kawakan tersebut kembali dipercaya menangani Gli Azzurri dengan beban target yang tidak ringan setelah kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Kiprah perdana Mancini dalam periode keduanya sempat diragukan banyak pihak. Keraguan tersebut muncul menyusul kegagalan sang juru taktik saat melatih Timnas Arab Saudi sebelumnya, ditambah kekalahan perdana 0-2 dari Belgia di ajang UEFA Nations League.
Kekalahan dari Belgia tersebut sempat memantik kritik tajam terhadap keputusan Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC yang memanggil kembali Mancini. Namun, Italia segera menunjukkan mentalitas tangguh sebagai tim besar.
Respons cepat langsung ditunjukkan Gli Azzurri saat menyambangi markas Turki. Mereka sukses memetik kemenangan telak dengan skor 4-1 yang menjadi titik balik bagi kepercayaan diri para pemain.
Tren positif berlanjut saat Italia menahan imbang Prancis dengan skor 1-1. Hasil ini cukup impresif mengingat Prancis merupakan salah satu kekuatan sepak bola papan atas Eropa saat ini.
Pada laga keempat, Italia kembali menundukkan Turki dengan skor 3-1 di Stadion Renato Dall'Ara. Kemenangan ini sekaligus mengunci catatan dua kali menang, satu kali imbang, dan satu kekalahan dari empat pertandingan awal era baru Mancini.
Secara total, Italia kini telah mengumpulkan tujuh poin dari empat laga yang sudah dimainkan. Perolehan angka tersebut menjaga asa Italia untuk terus bersaing di kompetisi UEFA Nations League yang mempertemukan tim-tim terbaik di benua biru.
Mancini mulai berani melakukan perombakan dengan memberikan kesempatan kepada wajah-wajah baru. Nama-nama seperti Michael Kayode, Alessandro Romano, Giorgio Scalvini, dan Issa Doumbia mendapatkan menit bermain untuk membuktikan kapasitas mereka di panggung internasional.
"Kami senang karena kami telah berkembang sebagai sebuah tim secara keseluruhan, terlepas dari hasil akhirnya," ungkap Mancini mengenai progres anak asuhnya. Ia menilai bahwa kemampuan timnya untuk bersaing di level tinggi saat ini sudah menjadi satu pencapaian yang cukup berarti.
Pelatih tersebut juga menyoroti pentingnya rotasi pemain dalam jadwal yang padat. Meski sempat mengganti sembilan pemain saat melawan Turki dan membuat permainan sedikit kurang mengalir, Mancini merasa langkah itu harus diambil untuk menguji kedalaman skuad.
Tantangan terbesar bagi Italia adalah menjaga konsistensi jangka panjang setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun. Fokus Mancini kini tertuju pada kematangan taktik dan adaptasi para pemain muda dalam sistem yang ia bangun.
Dukungan publik Italia tentu akan bergantung pada bagaimana performa Gli Azzurri di pertandingan berikutnya. Empat laga pertama ini baru menjadi langkah awal, namun setidaknya Mancini telah memberikan sinyal bahwa arah perbaikan tim sudah mulai ditemukan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)








