:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373967/original/020681900_1792025561-erling.jpg)
Erling Haaland kembali mengukir tinta emas dalam kariernya bersama Manchester City, memecahkan rekor gol Sergio Aguero di ajang Liga Champions. Striker Norwegia itu kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa The Citizens di kompetisi antarklub Eropa tersebut.
Dua gol yang dicetak Haaland ke gawang Paris Saint-Germain (PSG) pada Kamis dini hari WIB, secara resmi menempatkannya di puncak daftar tersebut. Performa impresif ini melanjutkan dominasi sang striker sejak ia tiba di Etihad Stadium.
Sebelum pertandingan, Haaland mengoleksi 36 gol di Liga Champions bersama Manchester City, menyamai torehan ikon klub, Sergio Aguero.
Namun, tambahan dua gol tersebut mengerek total golnya menjadi 38, mengukuhkan posisinya sebagai raja gol baru Manchester City di panggung elite Eropa. Capaian ini menjadi bukti ketajaman luar biasa Haaland sejak berseragam biru langit.
Haaland bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2022 dengan nilai transfer mencapai 51,1 juta poundsterling (sekitar Rp1,04 triliun). Sejak kedatangannya, ia telah menjelma menjadi mesin gol yang tak terbendung, secara konsisten memecahkan rekor dan mengubah dinamika serangan tim.
Meskipun masih relatif muda, Haaland telah membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Produktivitasnya, khususnya di Liga Champions, telah menghasilkan serangkaian catatan fantastis.
Menurut laporan Sport Mole, Haaland telah mengumpulkan total 61 gol hanya dalam 60 penampilan di Liga Champions, sebuah rekor yang menunjukkan efektivitas dan insting golnya yang luar biasa. Angka ini menegaskan posisinya sebagai ancaman utama bagi pertahanan lawan mana pun.
Sayangnya, dua gol yang disumbangkan Haaland ke gawang PSG di Stadion Etihad gagal menghindarkan Manchester City dari kekalahan. Tim tamu tampil impresif sejak babak pertama dan memberikan tekanan signifikan kepada sang juara bertahan.
PSG berhasil unggul 3-0 berkat gol-gol dari Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha. Man City sempat mencoba bangkit pada babak kedua ketika Haaland memperkecil ketertinggalan melalui sundulan yang menyambut umpan silang Iliman Ndiaye.
Namun, PSG kembali menjauh setelah Maghnes Akliouche mencetak gol indah dari tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi kiper Gianluigi Donnarumma. Haaland kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-75, mengubah skor menjadi 4-2, namun gol tersebut belum cukup untuk mencegah kekalahan timnya.
Di luar Liga Champions, Haaland juga terus mendekati jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Manchester City di semua kompetisi. Saat ini, striker Norwegia itu telah mengoleksi 172 gol bersama The Citizens, menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar tersebut.
Haaland hanya terpaut lima gol dari Eric Brook yang berada di posisi kedua dengan 177 gol, sementara Sergio Aguero masih memimpin jauh dengan koleksi 260 gol. Dengan selisih yang relatif tipis dari Brook, Haaland berpeluang besar untuk naik ke posisi kedua jika mampu mempertahankan konsistensinya.
Untuk menyamai atau bahkan melampaui rekor Aguero, Haaland membutuhkan lebih banyak musim dengan produktivitas tinggi. Namun, rekor yang telah dipecahkannya menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi sang fenomenal.
Ketajaman Haaland juga terlihat dari perbandingan dengan legenda lain di Liga Champions. Dengan 61 gol dalam 60 penampilan, ia telah melampaui Lionel Messi dalam hal kecepatan mencapai 60 gol di kompetisi elite Eropa.
Messi membutuhkan 80 pertandingan untuk mengoleksi 60 gol, sementara Haaland mampu mencapai jumlah gol yang sama hanya dalam 60 penampilan. Catatan ini makin memperkuat reputasi Haaland sebagai salah satu penyerang paling produktif di generasinya, dengan kombinasi kemampuan mencari ruang, kekuatan fisik, dan akurasi tembakan yang mematikan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor