Fermi, Perusahaan Nuklir AI, Tunjuk CEO Baru Setelah Gejolak

Fermi, perusahaan yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan teknologi tenaga nuklir, akhirnya menunjuk CEO baru setelah lebih dari tiga bulan posisi puncak eksekutif kosong. Lee McIntire kini resmi memimpin startup inovatif ini, membawa angin segar pasca gejolak internal.
Lee McIntire, yang sebelumnya merupakan anggota independen dewan direksi Fermi, memiliki rekam jejak yang mumpuni sebagai eksekutif senior. Ia pernah menjabat sebagai CEO di CH2M Hill dan TerraPower, startup tenaga nuklir yang didirikan oleh Bill Gates. Penunjukannya diharapkan membawa pengalaman luas dalam pengelolaan proyek-proyek kompleks.
Penunjukan ini menyusul pemecatan co-founder Toby Neugebauer serta CFO Miles Everson pada April lalu, yang kala itu disebut sebagai inisiatif "Fermi 2.0". Fermi America, yang turut didirikan oleh mantan Menteri Energi AS Rick Perry, kini tengah mengembangkan Project Matador di Amarillo, Texas. Kampus AI tersebut direncanakan akan memanfaatkan reaktor nuklir untuk memasok daya ke pusat data.













