Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Swiss dalam Pemilihan Presiden FIFA 2027

Gianni Infantino kini menghadapi guncangan besar setelah Federasi Sepak Bola Swiss secara resmi mencabut dukungan mereka untuk pemilihan presiden FIFA 2027.
Keputusan tersebut diambil oleh komite pusat federasi sepak bola negara asal Infantino pada 25 September lalu, sebelum akhirnya diumumkan secara publik pada 30 September. Langkah ini menandai pergeseran sikap drastis dari federasi yang sebelumnya memberikan dukungan penuh pada Juni 2026.
Dalam keterangan resminya, federasi Swiss menyoroti sejumlah masalah mendasar terkait kepemimpinan di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut. Mereka secara spesifik mempertanyakan aspek tata kelola, transparansi, serta proses pengambilan keputusan yang dianggap kurang akuntabel. Integritas kompetisi juga menjadi poin utama yang memicu keraguan internal federasi terhadap kredibilitas kepemimpinan saat ini.
Presiden Federasi Sepak Bola Swiss, Peter Knabel, menyatakan bahwa pihaknya tidak lagi bisa mempertanggungjawabkan dukungan kepada pria yang telah memimpin FIFA sejak 2016 itu. Menurutnya, masih banyak tanggung jawab FIFA yang belum terjawab secara meyakinkan di mata publik.
Salah satu pemicu utama keretakan hubungan ini adalah polemik mengenai FIFA Forward Enterprise. Proyek ini sempat menuai kontroversi karena membuka celah bagi investor swasta untuk mengelola hak komersial kompetisi besar seperti Piala Dunia. Rencana tersebut memicu gelombang penolakan keras dari berbagai pihak, termasuk dari UEFA yang menjadi oposisi paling vokal.
UEFA dikabarkan telah menempuh jalur hukum di Swiss terkait dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan rencana tersebut. Sengketa ini menambah beban bagi Infantino yang sebenarnya sudah mengumumkan pencalonan kembali dalam Kongres FIFA di Vancouver pada Mei 2026.
Pemilihan presiden FIFA rencananya akan dilaksanakan pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Sebanyak 211 federasi anggota FIFA memegang hak suara untuk menentukan masa depan organisasi ini.
Kini, UEFA tengah menyusun langkah strategis dengan mengumpulkan 55 federasi anggotanya di Berlin. Pertemuan ini bertujuan menjajaki munculnya kandidat penantang yang kredibel sebelum batas waktu pendaftaran ditutup pada 18 November mendatang.
Di tengah tekanan yang kian memuncak, Infantino tetap berupaya menunjukkan performa kerja yang normal. Ia saat ini tengah memastikan persiapan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Antusiasme publik terhadap turnamen tersebut menjadi fokus utama di tengah badai kritik terhadap tata kelola organisasi.
Perlu diketahui bahwa FIFA Forward Enterprise merupakan program pengembangan sepak bola global yang diluncurkan FIFA untuk mendistribusikan dana pembangunan infrastruktur kepada negara-negara anggota. Namun, upaya komersialisasi berlebih pada unit bisnis terkait program ini justru menjadi bumerang bagi citra kepemimpinan petahana di mata komunitas sepak bola Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363571/original/056575000_1790896915-000_C9Z746B-Florian_Wirtz_dan_Tom_Bischof.jpg)







