Google Rilis Fitur Guided Vision pada Gemini Live untuk Bantu Tunanetra

Google resmi meluncurkan fitur bernama Guided Vision dalam layanan Gemini Live untuk pengguna perangkat Android yang kompatibel.
Teknologi ini dirancang sebagai alat bantu aksesibilitas bagi pengguna dengan hambatan penglihatan atau penyandang tunanetra. Melalui kamera ponsel, sistem kecerdasan buatan ini akan memberikan deskripsi suara real-time mengenai objek atau kondisi di sekitar pengguna.
Pengguna cukup mengarahkan kamera ponsel ke arah yang diinginkan untuk mendapatkan informasi visual yang diubah menjadi narasi audio. Jika sudut pandang kamera kurang optimal, sistem akan memberikan instruksi verbal seperti meminta pengguna untuk menggeser kamera ke kanan, memiringkan perangkat, atau melangkah mundur guna mendapatkan gambar yang lebih jelas.
Pengembangan fitur ini dilakukan Google melalui kolaborasi intensif dengan Aira, sebuah penyedia layanan aksesibilitas terkemuka. Sebanyak 1.000 anggota dari jaringan penguji tepercaya Aira telah terlibat langsung untuk memastikan alat ini berfungsi sesuai kebutuhan pengguna di lapangan.
Aplikasi praktis dari teknologi ini mencakup berbagai kegiatan sehari-hari yang menantang bagi penyandang hambatan penglihatan. Contohnya, pengguna dapat terbantu saat membaca label produk berukuran kecil, mengidentifikasi tombol kontrol peralatan rumah tangga, mencari barang yang terjatuh, atau mendeskripsikan suasana ruangan yang baru dikunjungi.
Fitur ini juga mendukung percakapan dalam berbagai bahasa dan dapat diaktifkan melalui menu pengaturan Gemini, menu aksesibilitas sistem Android, maupun aplikasi TalkBack. TalkBack adalah perangkat lunak pembaca layar bawaan Android yang membantu tunanetra berinteraksi dengan ponsel tanpa harus melihat layar.
Terkait ketersediaan, Guided Vision dapat digunakan pada perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 9 atau versi lebih baru. Syarat utamanya adalah wilayah atau bahasa yang digunakan harus sudah didukung oleh layanan Gemini Live saat ini.
Meskipun kecerdasan buatan ini menawarkan kemudahan yang signifikan, Google memberikan catatan khusus bagi para penggunanya. Pihak perusahaan menegaskan bahwa teknologi ini masih memiliki potensi kesalahan sehingga tidak boleh digunakan sebagai alat navigasi utama atau pengganti tongkat putih bagi penyandang disabilitas saat beraktivitas di luar rumah.
Inisiatif ini melanjutkan langkah Google yang selama setahun terakhir terus mengintegrasikan teknologi visi komputer ke dalam ekosistem Gemini. Sebelumnya, mereka telah memperkenalkan panduan visual sederhana sebelum akhirnya menghadirkan pengalaman yang lebih komprehensif dan fokus pada kebutuhan aksesibilitas melalui Guided Vision.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












